Hulrahma, Mifta (2026) Interaksi Lintas Budaya dan Pemaknaan Nilai Multukulturalisme Dalam Program Pertukaran Mahasiswa Meredeka (PMM) 4. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version Download (127kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (759kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Updated Version Download (279kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Updated Version Download (180kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL)
SKRIPSI FULL.pdf - Updated Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kekayaan keberagaman budaya Indonesia menghadirkan tantangan yang signifikan di tengah arus modernisasi dan globalisasi, yang semakin mengintensifkan kontak antar kelompok budaya yang berbeda. Merespons hal tersebut, pemerintah meluncurkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun 2021, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi di wilayah lain selama satu semester guna menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia. Namun, penelitian-penelitian yang telah ada cenderung berfokus pada capaian normatif program tersebut, tanpa mengkaji proses sosial yang kompleks yang dialami mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman interaksi lintas budaya mahasiswa Universitas Andalas yang mengikuti PMM 4, serta bagaimana pengalaman tersebut membentuk pemaknaan mereka terhadap nilai-nilai multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan autoetnografi. Dua belas mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang dipilih melalui purposive sampling menjadi informan kunci, dilengkapi dengan data dari mahasiswa lokal dan Liaison Officer Modul Nusantara. Data dianalisis menggunakan kerangka interpretatif thick description dari Clifford Geertz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi lintas budaya terjadi dalam tiga ruang sosial, yaitu interaksi antar sesama mahasiswa PMM, dengan mahasiswa lokal, dan dengan masyarakat yang lebih luas, yang masing-masing memiliki dinamika sosial yang berbeda. Mahasiswa mengalami stereotip awal, hambatan bahasa, gesekan komunikasi, dan pengalaman sebagai orang luar (outsider), yang mendorong munculnya strategi adaptasi serta refleksi diri yang mendalam. Bahasa ditemukan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang menandai batas-batas sosial dan kedekatan antarindividu. Pengalaman-pengalaman ini secara bertahap mengubah pemahaman mahasiswa tentang keberagaman, dari konsep yang abstrak dan normatif menjadi konsep yang konkret dan interpretatif. Dalam kerangka antropologi interpretatif Geertz, pembentukan nilai multikultural bukanlah proses yang instan, melainkan muncul melalui proses interpretasi yang berkelanjutan atas pengalaman sosial yang dijalani, seiring mahasiswa menjelajahi jaringan makna budaya yang belum mereka kenal sebelumnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Fajri Rahman, S.Sos, M.A , Dra. Yunarti, M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci; interaksi lintas budaya, multikulturalisme, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, antropologi interpretatif, Clifford Geertz, autoetnografi. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial |
| Depositing User: | S1 Antropologi Sosial |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 08:48 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 08:48 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534888 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]