Fajri, Fadhil Ahmad (2026) Praktik Undoing Gender Pada Laki-laki Berprofesi Sebagai Make-Up Artist di Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text
Text (COVER&ABSTRAK).pdf - Published Version Download (102kB) |
|
|
Text
Text (BAB I).pdf - Published Version Download (695kB) |
|
|
Text
Text (BAB IV).pdf - Published Version Download (35kB) |
|
|
Text
Text (DAFTAR PUSTAKA).pdf - Published Version Download (164kB) |
|
|
Text
Text (SKRIPSI FULL TEXT).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji praktik undoing gender pada laki-laki yang berprofesi sebagai make-up artist di Kota Padang. Meskipun keterlibatan laki-laki dalam profesi rias secara struktural sejalan dengan norma maskulinitas sebagai ranah publik dan ekonomi, cara mereka menjalankan pekerjaan ini dalam praktik sehari-hari berpotensi melampaui batas norma maskulinitas yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses terbentuknya praktik undoing gender dalam pengalaman kerja sehari-hari, serta kondisi sosial yang memungkinkan eksistensi laki-laki MUA melalui keterbacaan (legibility), pengakuan (recognition), dan kelayakan hidup (livable lives). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi terhadap delapan informan pelaku dan empat informan pengamat, terdiri dari dua MUA perempuan, satu klien, dan satu muse/model. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan kerangka teori utama undoing gender Judith Butler (2004), didukung Deutsch (2007), West dan Zimmerman (1987). Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, doing gender dan undoing gender pada laki-laki MUA tidak berlangsung bersamaan pada titik yang sama, melainkan melalui tiga pola berbeda: sebagian informan mengklaim mempertahankan sikap maskulin, padahal keterampilan kerja yang mereka andalkan justru bertumpu pada kelembutan; sebagian lain terbuka dengan sisi feminin mereka sejak awal tanpa kontradiksi; dan sebagian lainnya menampilkan kelembutan sebagai strategi kerja yang sepenuhnya disadari. Kedua, kondisi sosial yang memungkinkan eksistensi mereka berlangsung melalui tiga tahapan yaitu legibility, recognition, dan livable lives dengan gradasi yang tidak merata antar informan. Keterbacaan sudah mulai terbentuk dan dipercepat oleh media sosial, namun pengakuan yang tampak kuat di kalangan klien dan sesama pelaku industri tetap bertumpu pada pembuktian yang terus-menerus, sehingga belum sepenuhnya mencapai pengakuan yang utuh. Kelayakan hidup menjadi tahap yang paling jarang tercapai, dengan hanya sebagian kecil informan yang benar-benar mendekatinya setelah perjuangan panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap laki-laki MUA di Kota Padang masih rapuh dan bersyarat, mereka dikenali dan mulai diakui, namun belum sepenuhnya diterima sebagai bagian yang setara dan layak dari masyarakat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Jendrius, M.Si; Dra. Mira Elfina, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Undoing Gender; Make-Up Artist; Maskulinitas; Legibility; Recognition; Livable Lives. |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 07:10 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 07:10 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534626 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]