Dicky, Ferinando (2026) EKSPLORASI POTENSI ANTIDIABETES SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK PELEPAH BATANG PINANG MERAH (Cyrtostachys renda Blume) MELALUI PENDEKATAN IN SILICO DAN IN VITRO. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (05. Skipsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (323kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (04. DAFTAR PUSTAKA)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (270kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (376kB) |
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan/atau kerja insulin, dengan prevalensi global mencapai 537 juta jiwa pada tahun 2021. Penghambatan enzim α-glukosidase merupakan salah satu metode utama dalam pengendalian kadar glukosa darah pascaprandial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi antidiabetes senyawa bioaktif dari ekstrak pelepah batang pinang merah (Cyrtostachys renda Blume) melalui pendekatan in silico dan in vitro. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 98%, menghasilkan ekstrak pekat berwarna oranye kehitaman dengan rendemen 12,45%. Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung flavonoid, fenolik, saponin, dan triterpenoid. Karakterisasi menggunakan LC-MS berhasil mengidentifikasi 40 senyawa metabolit sekunder, yang telah diseleksi melalui analisis bioavailabilitas (SwissADME) dan konfirmasi senyawa alami (COCONUT). Simulasi molecular docking dilakukan menggunakan AutoDock Vina 1.5.7 terhadap dua protein target α-glukosidase, yaitu 7D9B dan 3L4W. Hasil docking menunjukkan bahwa Silymarin memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap protein 7D9B sebesar −6,6 kkal/mol, sedangkan Formononetin menunjukkan afinitas terkuat terhadap 3L4W sebesar −7,2 kkal/mol, keduanya lebih negatif dibandingkan kontrol positif acarbose (−4,1 dan 2,5 kkal/mol). Interaksi yang terbentuk melibatkan ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, gaya van der Waals, dan interaksi π. Pengujian in vitro terhadap enzim α-glukosidase menggunakan substrat pNpG menunjukkan aktivitas penghambatan dengan nilai IC₅₀ ekstrak sebesar 57,54 µg/mL, lebih rendah dibandingkan acarbose sebesar 68,36 µg/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelepah batang pinang merah berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif penghambat α-glukosidase dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai agen antidiabetes berbasis fitofarmaka.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Suryati, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Cyrtostachys renda Blume, antidiabetes, α-glukosidase, molecular docking, in vitro, IC₅₀, fitokimia |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia |
| Depositing User: | S1 Kimia Kimia |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:52 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:52 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533180 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric