Amelia, Silvi (2026) Analisis Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Hipertensi pada Puskesmas Implementasi Baik dan Puskesmas Implementasi Kurang Baik di Kota Bukittinggi Tahun 2026. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (460kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (385kB) |
|
|
Text (Bab 7 Kesimpulan)
Bab 7 Kesimpulan.pdf - Published Version Download (251kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (386kB) |
|
|
Text (Tesis Full Text)
Silvi Amelia_2420322005_Tesis Full Text Final.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Variasi implementasi Prolanis antar puskesmas menunjukkan perlunya analisis pelaksanaan program sebagai dasar perbaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Prolanis hipertensi pada puskesmas implementasi baik dan puskesmas implementasi kurang baik di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods sequential explanatory pada dua puskesmas yang dipilih berdasarkan capaian status kontrol hipertensi peserta Prolanis pada studi pendahuluan. Puskesmas dengan capaian kontrol hipertensi yang lebih tinggi ditetapkan sebagai puskesmas implementasi baik, sedangkan puskesmas dengan capaian kontrol hipertensi yang lebih rendah ditetapkan sebagai puskesmas implementasi kurang baik. Penelitian kuantitatif melibatkan 92 peserta Prolanis hipertensi, sedangkan penelitian kualitatif melibatkan delapan informan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif dan analisis sistem berdasarkan komponen input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua puskesmas telah memiliki tim pelaksana sesuai pedoman dan pendanaan dari BPJS Kesehatan serta BOK. Puskesmas implementasi baik memiliki sarana prasarana lebih lengkap dan SOP Prolanis yang memerlukan pembaruan, sedangkan puskesmas implementasi kurang baik masih memiliki keterbatasan fasilitas pendukung dan belum memiliki SOP tertulis. Pelaksanaan konsultasi medis berkategori baik sebesar 61,0% dan 54,9%; home visit 75,8% dan 37,5%; reminder 68,3% dan 66,7%; serta kegiatan klub Prolanis 80,5% dan 43,1%. Konsultasi belum disertai mekanisme janji temu rutin, home visit belum menerapkan seluruh kriteria sasaran, reminder belum mencakup pengingat minum obat, dan edukasi kesehatan belum dilaksanakan rutin setiap bulan. Proporsi peserta dengan tekanan darah terkontrol sebesar 51,2% dan 43,1%. Monitoring dan evaluasi telah dilaksanakan, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar tindak lanjut program. Implementasi Prolanis hipertensi puskesmas implementasi baik lebih baik dibandingkan puskesmas implementasi kurang baik. Penguatan implementasi diperlukan melalui pembaruan dan penyusunan SOP, penetapan jadwal konsultasi, penerapan kriteria home visit, pengembangan reminder, edukasi kesehatan berkala, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes, FISPH, FISCM, Sp. KKLP, Subsp. FOMC ; Dr. dr. Rosfita Rasyid, M.Kes, FISPH, FISCM |
| Uncontrolled Keywords: | Hipertensi; Implementasi Program; Prolanis; Puskesmas; Teori Sistem |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S2 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | S2 Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 07:41 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 07:41 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532741 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric