Sakinah, Tiara (2026) Pengaruh Overbelasting Aparat Kepolisian Terhadap Perlindungan Saksi dan Korban di Wilayah Hukum Polresta Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (669kB) |
|
|
Text (bab 1)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (397kB) |
|
|
Text (bab IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (223kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text (fulltext)
05. Skripsi Full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kondisi overbelasting atau kelebihan beban kerja pada aparat kepolisian dapat memengaruhi kinerja kepolisian dalam hal penyidikan dan pelaksanaan perlindungan terhadap saksi dan korban tindak pidana. Berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, perlindungan terhadap saksi dan korban wajib diberikan sejak awal tahap penyelidikan maupun penyidikan oleh kepolisian. Sementara dasar hukum pemberian perlindungan terhadap saksi dan korban oleh kepolisian merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk mengatasi kondisi overbelasting yang terjadi guna menjamin terpenuhinya hak-hak saksi dan korban khususnya dalam tahap penyidikan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana pengaruh overbelasting terhadap perlindungan saksi dan korban di wilayah hukum Polresta Padang, 2) Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi overbelasting di wilayah hukum Polresta Padang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi overbelasting di Polresta Padang dapat menimbulkan dampak terhadap kinerja aparat kepolisian yang kemudian memengaruhi kualitas perlindungan saksi dan korban. Akibat terjadinya overbelasting terhadap perlindungan saksi dan korban yaitu, tidak optimalnya pemenuhan hak atas informasi perkembangan perkara melalui SP2HP, menurunnya kualitas perlindungan fisik dan psikologis terhadap saksi dan korban khususnya dalam perkara sensitif, terbatasnya konsistensi koordinasi lintas lembaga dalam hal pendampingan, serta terhambatnya kesinambungan perlindungan akibat penumpukan dan keterlambatan penyelesaian perkara. Dampak overbelasting terhadap penurunan kualitas perlindungan terhadap saksi dan korban dapat diatasi melalui beberapa upaya, yaitu optimalisasi pendekatan restorative justice untuk perkara ringan guna mengurangi volume beban perkara, optimalisasi digitalisasi manajemen dan pengawasan penyidikan melalui aplikasi E-MP, distribusi beban penyidikan melalui optimalisasi peran PPNS dan mekanisme back-up penyidikan serta pembentukan tim penyidik gabungan, serta penambahan jumlah dan peningkatan kualitas personil penyidik di Satreskrim Polresta Padang. Saran terhadap penelitian ini adalah perlunya percepatan implementasi E-MP secara menyeluruh di Polresta Padang disertai pelatihan yang memadai bagi penyidik, peningkatan koordinasi antara Polresta Padang dengan PPNS melalui penguatan mekanisme koordinasi, serta penambahan alokasi personil penyidik di wilayah hukum Polresta Padang sebagai bentuk back-up vertikal guna mengurangi overbelasting yang berdampak pada perlindungan saksi dan korban.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Riki Afrizal, S.H.,M.H Antoni Putra, S.H.,M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Overbelasting, Kepolisian, Perlindungan Saksi dan Korban, Kepolisian Resor Kota Padang |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | S1 Hukum Hukum |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:25 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:25 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532275 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric