Putri, Vanesi Alda (2026) Representasi Cancel Culture Dalam Film Budi Pekerti (Analisis Semiotika Roland Barthes). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover.pdf - Published Version Download (515kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (336kB) |
|
|
Text (Bab 5 Kesimpulan dan Saran)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (446kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Cancel culture merupakan bentuk respon kolektif publik dalam memberikan sanksi sosial terhadap individu atau kelompok yang dianggap melanggar norma sosial yang berlaku di masyarakat. Perkembangan media sosial juga mempercepat penyebaran praktik ini melalui viralitas informasi yang membentuk opini publik. Film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja merepresentasikan praktik cancel culture yang terjadi dalam kehidupan masyarakat digital. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos dari tanda-tanda yang mempresentasikan praktik cancel culture dalam film Budi Pekerti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif dan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Data penelitian didapatkan melalui observasi dan dokumentasi. Terdapat beberapa tanda yang merepresentasikan praktik cancel culture dalam film Budi Pekerti yang dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes, diantaranya, visual, dialog/narasi serta intonasi suara, gesture tubuh, dan ekspresi wajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik cancel culture dalam film Budi Pekerti dipicu adanya tindakan, ucapan, atau perilaku kontroversial yang dianggap melanggar norma sosial yang berlaku di masyarakat, termasuk jejak digital di masa lalu yang kembali diangkat ke ruang publik. Media sosial juga berperan besar dalam penyebaran praktik cancel culture melalui mudahnya akses informasi, viralitas konten, framing media, algoritma, dan keterlibatan influencer yang memperkuat pembentukan opini publik. Selain itu, praktik cancel culture juga menyebabkan berbagai dampak sosial dan psikologis terhadap target cancelling seperti pengucilan sosial, pelabelan negatif, pemboikotan, kehilangan karier dan reputasi, tekanan psikologis seperti kecemasan, stress, dan depresi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Yayuk Lestari, M. A ; Vitania Yulia, M. A |
| Uncontrolled Keywords: | Cancel Culture; Film Budi Pekerti; Representasi; Semiotika Roland Barthes |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | S1 Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 08:26 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 08:26 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531015 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]