Aisha, Dita (2026) Gambaran Alveolar Bone Loss dan Resesi Gingiva pada Individu dengan Probable Bruxism berdasarkan Tingkat Keparahan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (332kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (292kB) |
|
|
Text (BAB Akhir)
BAB akhir.pdf - Published Version Download (271kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (346kB) |
|
|
Text (Tugas Akhir Fulltext)
Tugas Akhir Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Bruxism merupakan aktivitas otot rahang yang ditandai dengan kebiasaan mengatupkan atau menggertakkan gigi secara berulang saat tidur maupun terjaga. Aktivitas ini dapat menimbulkan trauma oklusal yang diduga berkaitan dengan alveolar bone loss dan resesi gingiva, namun hasil penelitian mengenai kedua kondisi tersebut pada individu dengan probable bruxism masih menunjukkan inkonsistensi. Tujuan: Mengetahui gambaran alveolar bone loss dan resesi gingiva pada individu dengan probable bruxism berdasarkan tingkat keparahan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Andalas. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik purposive sampling dengan minimal 37 sampel. Penilaian probable bruxism dilakukan menggunakan Bruxscreen-Q dan Bruxscreen-C, sedangkan tingkat keparahan bruxism diklasifikasikan menggunakan Bruxism Severity Classification Questionnaire. Alveolar bone loss dinilai melalui radiografi panoramik dan aplikasi ImageJ, sedangkan resesi gingiva diperiksa secara klinis menggunakan probe UNC-15. Hasil: Seluruh sampel tidak menunjukkan alveolar bone loss pada setiap tingkat keparahan bruxism. Terdapat 93,3% sampel tidak mengalami resesi gingiva dan 6,7% mengalami resesi ringan pada kelompok mild bruxism; 50% sampel tidak mengalami resesi gingiva dan 50% mengalami resesi ringan pada kelompok moderate bruxism; 75% sampel tidak mengalami resesi gingiva dan 25% mengalami resesi ringan pada kelompok severe bruxism. Tidak ditemukan resesi gingiva sedang maupun berat pada seluruh kelompok. Kesimpulan: Sebagian besar individu dengan probable bruxism tidak mengalami resesi gingiva, dan seluruh sampel tidak menunjukkan alveolar bone loss pada setiap tingkat keparahan bruxism.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | drg. Eni Rahmi, Sp.Pros; drg. Nelvi Yohana, Sp.Ort |
| Uncontrolled Keywords: | bruxism; tingkat keparahan bruxism; jaringan periodontal; alveolar bone loss; resesi gingiva. |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Gigi |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:27 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:27 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530216 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]