KARAKTERISASI MEKANIS DAN KEGAGALAN LAMINAT HIBRIDA CARBON/FIBERGLASS/CSM PRODUK VACUUM INFUSION

BAGUS FADLI WAHYU STIAWAN, BAGUS FADLI WAHYU STIAWAN (2026) KARAKTERISASI MEKANIS DAN KEGAGALAN LAMINAT HIBRIDA CARBON/FIBERGLASS/CSM PRODUK VACUUM INFUSION. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan abstrak)
01. COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (273kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (258kB)
[img] Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (270kB)
[img] Text (Tesis fulltext)
05. Tesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pengembangan material ringan dengan kemampuan menahan beban dan mempertahankan integritas struktural menjadi salah satu kebutuhan dalam perancangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik mekanik dan mekanisme kegagalan laminat hibrida Carbon/Fiberglass/CSM tujuh lapis dengan urutan [C/G/CSM/C/G/CSM/C] serta membandingkannya dengan laminat Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Laminat difabrikasi menggunakan metode vacuum infusion. Pengujian tarik dievaluasi berdasarkan ASTM D3039 dengan spesimen berbentuk dog-bone ASTM D638 Tipe I, sedangkan pengujian lentur tiga titik dilakukan berdasarkan ASTM D790. Hasil pengujian menunjukkan bahwa laminat hibrida memiliki kekuatan tarik rata-rata sebesar 395,62 MPa dan kekuatan lentur sebesar 294,07 MPa, sedangkan laminat CFRP masing-masing sebesar 610,57 MPa dan 443,90 MPa. Laminat hibrida memiliki modulus lentur sebesar 32,23 GPa dan regangan lentur saat patah sekitar 0,84%. Pada pengujian tarik, kedua laminat menunjukkan karakteristik kegagalan yang cenderung getas. Pada pengujian lentur, laminat hibrida menunjukkan perkembangan kerusakan yang lebih bertahap dibandingkan laminat CFRP, yang ditunjukkan oleh fluktuasi beban pascapuncak, load plateau, serta kemampuan mempertahankan sebagian beban setelah kerusakan awal. Pengamatan makroskopik menunjukkan adanya patahan serat karbon, fiber pull-out, fiber bridging, edge delamination lokal, dan fragmentasi matriks. Hasil tersebut menunjukkan bahwa laminat hibrida memiliki kekuatan maksimum lebih rendah, tetapi memberikan karakteristik kerusakan lentur yang lebih progresif, sehingga berpotensi digunakan pada komponen struktural sekunder UAV.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Eng. ILHAMDI, S.T., M.Eng; Prof. Dr. Ir. HENDRI HESTIAWAN, S.T., M.M., M.T; Dr. DONY HIDAYAT, S.T., M.T
Uncontrolled Keywords: Laminat hibrida; vacuum infusion; perilaku lentur; analisis kegagalan; karakterisasi mekanik.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics
Divisions: Fakultas Teknik > S2 Teknik Mesin
Depositing User: S2 Teknik Mesin
Date Deposited: 19 Aug 2026 05:36
Last Modified: 19 Aug 2026 05:36
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529880

Actions (login required)

View Item View Item