Perbandingan Tingkat Diskolorasi Pada Enamel Gigi Akibat Perendaman Teh Hitam dan Teh Oolong Secara In Vitro

Khairi, Muhammad Naufal (2026) Perbandingan Tingkat Diskolorasi Pada Enamel Gigi Akibat Perendaman Teh Hitam dan Teh Oolong Secara In Vitro. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (440kB)
[img] Text (BAB I)
Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img] Text (Bab VI)
Kesimpulan.pdf - Published Version

Download (299kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (302kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi_Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Diskolorasi gigi merupakan masalah estetika yang dapat memengaruhi penampilan dan kepercayaan diri. Konsumsi minuman berwarna, terutama teh, merupakan faktor ekstrinsik yang dapat menyebabkan perubahan warna enamel melalui deposisi pigmen pada permukaan gigi. Teh hitam dan teh oolong mengalami proses oksidasi berbeda sehingga memiliki komposisi polifenol dan pigmen yang berbeda Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat diskolorasi pada enamel gigi setelah perendaman dalam larutan teh hitam dan teh oolong secara in vitro. Metode: enelitian ini merupakan penelitian kuantitatif true experiment dengan rancangan pre-test post-test comparison group design. Sampel terdiri dari 36 gigi premolar permanen yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok teh hitam dan teh oolong, masing-masing sebanyak 18 sampel. Sampel direndam dalam larutan teh selama 24 jam pada suhu 37°C menggunakan inkubator. Pengukuran warna dilakukan menggunakan spektrofotometer berdasarkan sistem CIELAB sebelum dan sesudah perendaman, kemudian dihitung perubahan warna total (ΔE). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene, dan Independent t-test dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Kedua kelompok mengalami perubahan warna enamel setelah perendaman. Kelompok larutan teh hitam menunjukkan rata-rata nilai ΔE sebesar 1.57 sedangkan kelompok teh oolong memiliki rata-rata sebesar 1.06. Hasil uji Independent Samples t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kedua kelompok (p = 0,003). Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat diskolorasi pada enamel gigi setelah perendaman dalam larutan teh hitam dan teh oolong. Perendaman dalam larutan teh hitam menghasilkan tingkat diskolorasi yang lebih tinggi dibandingkan perendaman dalam larutan teh oolong

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. drg. Febrian, MKM; drg. Ivony Fitria, Sp.Pros
Uncontrolled Keywords: Diskolorasi enamel; Teh hitam; Teh oolong; Spektrofotometer; CIELAB; Δ
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Depositing User: S1 Kedokteran Gigi
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:32
Last Modified: 20 Aug 2026 03:32
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529862

Actions (login required)

View Item View Item