Keabsahan Jual Beli Tanah Secara Adat dan Akibat Hukumnya di Nagari Surantih Kabupaten Pesisir Selatan (Studi Putusan KAN Nomor : 07/KPTS/KAN-Srt/SK/III-2025)

Aulia, Syifa (2026) Keabsahan Jual Beli Tanah Secara Adat dan Akibat Hukumnya di Nagari Surantih Kabupaten Pesisir Selatan (Studi Putusan KAN Nomor : 07/KPTS/KAN-Srt/SK/III-2025). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (408kB)
[img] Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (306kB)
[img] Text (03. Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version

Download (193kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (245kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (706kB) | Request a copy

Abstract

Tanah ulayat dalam hukum adat Minangkabau merupakan harta pusako tinggi yang menjadi hak kepemilikan kolektif suatu kaum dan tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak diluar suku. Peralihan harta pusako hanya dapat dilakukan apabila memenuhi empat kondisi darurat yaitu rumah gadang katirisan, maik tabujua di tangah rumah, gadih gadang indak balaki/jando dapek malu, dan mambangkik batang tarandam, namun dalam perkembangannya, terdapat kasus dimana tanah ulayat dihibahkan kepada orang diluar suku tanpa memperhatikan syarat yang harus dipenuhi dalam penghibahan sehingga telah terjadi cacat hukum dalam prosesnya. Kondisi tersebut menjadi semakin rumit ketika tanah ulayat hasil hibah yang cacat hukum tersebut kemudian dijual kembali kepada pihak lain, sehingga menimbulkan pertanyaan serta ketidakpastian hukum mengenai bagaimana keabsahan dari perjanjian jual beli tanah tersebut. Oleh sebab itu rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini Adalah 1) Bagaimana hasil putusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Surantih terhadap keabsahan jual beli secara adat dalam Putusan KAN Nomor : 07/KPTS/KAN-Srt./SK/III-2025? 2) Bagaimana akibat hukum dari perjanjian jual beli secara adat di Nagari Surantih? Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan sifat penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan KAN Surantih Nomor: 07/KPTS/KAN Srt./SK/III-2025 belum memberikan penyelesaian hukum yang tuntas, karena tidak menyatakan keabsahan jual beli maupun keabsahan hibah tanah yang menjadi dasarnya. Akibat hukum dari perjanjian jual beli tersebut, objek tanah sampai sekarang tidak dikuasai sepenuhnya oleh pembeli sebab masih dikuasai pihak lain, dan pembeli tidak mengajukan penyelesaian secara litigasi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Zefrizal Nurdin, S.H., M.H ; Dr. Sri Aisyah, S.HI., M.H
Uncontrolled Keywords: Tanah; Tanah Ulayat; Hibah; Jual Beli; Kerapatan Adat Nagari (KAN)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 15 Aug 2026 02:58
Last Modified: 15 Aug 2026 02:58
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529189

Actions (login required)

View Item View Item