Harfuler, Dicky Belarga (2026) Analisis dan Perancangan Antena Asymmetric Dual-Branch GCPW 433/920 MHz Untuk Ground Station Komunikasi Direct-to-Satellite LEO. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (363kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (301kB) |
|
|
Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (04 . Daftar Pustaka)
04 . Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (210kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan komunikasi Direct-to-Satellite Low Earth Orbit (LEO) menuntut ketersediaan antena stasiun bumi LoRaWAN berdimensi ringkas yang ditargetkan beroperasi pada pita ganda 433/920 MHz. Tantangan utama perancangan ini adalah mereduksi mutual coupling pada luasan substrat yang terbatas. Penelitian ini mengusulkan antena berarsitektur Asymmetric Dual-Branch dengan metode pencatuan Grounded Coplanar Waveguide (GCPW) di atas substrat FR-4 double-layer untuk menala kedua frekuensi secara independen. Hasil simulasi distribusi arus menunjukkan kecenderungan dominasi arus pada cabang yang bersesuaian dengan masing-masing pita, sehingga interaksi antar-pita relatif kecil. Sementara itu, pengukuran menggunakan Vector Network Analyzer (VNA) menunjukkan bahwa antena fabrikasi beresonansi pada pita atas, di titik 926 MHz dengan perolehan nilai S_{11} sebesar -47,6 dB, VSWR 1,008, serta lebar pita 58 MHz. Pada pita bawah, efek toleransi dielektrik pabrikasi menggeser resonansi ke 411 MHz dengan lebar pita 26 MHz. Pergeseran ini menyebabkan target operasional 433 MHz tidak memenuhi spesifikasi impedansi desain karena hanya mencatatkan nilai S_{11} sebesar -6 dB dan VSWR 2,64. Implikasi kelayakan transmisi pada kondisi mismatch ini tidak dapat disimpulkan semata-mata dari metrik impedansi, melainkan memerlukan evaluasi lanjutan melalui analisis link budget menyeluruh. Secara komputasi, antena menghasilkan estimasi pola radiasi omnidirectional dengan Realized Gain sebesar 1,16 dBi pada frekuensi 433 MHz dan 1,165 dBi pada frekuensi 920 MHz. Hasil simulasi medan jauh ini secara konseptual sesuai dengan kebutuhan cakupan sudut luas, namun karakteristik tersebut belum divalidasi melalui pengukuran far-field. Secara keseluruhan, perancangan ini menghasilkan dimensi yang ringkas dengan respons frekuensi yang mendekati target pada 920 MHz, namun memerlukan kompensasi toleransi material lanjutan untuk mengatasi pergeseran frekuensi di pita 433 MHz.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Rudy Fernandez, M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | Dual-Band;Asymmetric Dual-Branch;Grounded Coplanar Waveguide; LoRa;Direct-to-Satellite;Low Earth Orbit |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | S1 Teknik Elektro |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 08:18 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 08:18 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528768 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric