NILAI PREDIKTIF RETICULOCYTE HEMOGLOBIN EQUIVALENT DALAM SKRINING DEPLESI BESI PADA PENDONOR DARAH RUTIN

Lili, Novri Yanti (2026) NILAI PREDIKTIF RETICULOCYTE HEMOGLOBIN EQUIVALENT DALAM SKRINING DEPLESI BESI PADA PENDONOR DARAH RUTIN. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (cover dan abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (495kB)
[img] Text (BAB.1 PENDAHULUAN)
BAB. I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (229kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (454kB)
[img] Text (BAB. 7 SIMPULAN DAN SARAN)
BAB.7 SIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img] Text (TESIS FULL)
Tesis Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (605kB)

Abstract

Latar Belakang: Pendonor darah rutin berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi melalui kehilangan zat besi yang terikat pada hemoglobin. Pemeriksaan hemoglobin pada skrining pradonor mampu mendeteksi pendonor dengan anemia defisiensi besi, tetapi tidak mampu mendeteksi pendonor dengan deplesi besi. Dibutuhkan pemeriksaan yang dapat digunakan untuk skrining deplesi besi yang tidak invasif dan tidak dipengaruhi inflamasi, seperti Ret-He. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai prediktif Ret-He dalam skrining deplesi besi pada pendonor darah rutin. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang terhadap 168 pendonor darah rutin di Unit Pengelola Darah (UPD) RS M. Djamil Padang dari bulan Maret hingga November 2025. Parameter pemeriksaan adalah Ret-He dan feritin serum, masing-masing menggunakan metode flowsitometri dan enzyme linked fluorescence assay (ELFA). Data univariat disajikan sebagai median (minimum-maksimum) dan frekuensi (%). Data bivariat dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Nilai prediktif Ret-He dianalisis dengan menentukan cut-off optimal berdasarkan Indeks Youden dan kurva ROC. Hasil: Median usia subjek penelitian adalah 30 tahun, 54,8% diantaranya laki-laki. Interval donor terbanyak pada kelompok ≤3 bulan. Frekuensi donor terbanyak yaitu 2–5 kali. Pendonor deplesi besi sebanyak 37,5%. Median Ret-He pendonor darah rutin deplesi besi 30,8 (22,2-33,9) pg lebih rendah dibandingkan pendonor tidak deplesi besi 32,1 (28,2-35,0) pg, dan bermakna secara statistik (p<0,001). Cut-off point Ret-He dalam skrining deplesi besi pada pendonor darah rutin didapatkan <31,75 pg, dengan AUC 0,702 (IK95%: 0,618-0,785), sensitivitas 73,0%, dan spesifisitas 60,0%. Simpulan: Reticulocyte hemoglobin equivalent dengan cut-off point <31,75 pg menunjukkan kemampuan prediktif cukup baik dalam skrining deplesi besi pada pendonor darah rutin.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp.B.D.K.T.(K), Subsp.H.K.(K)
Uncontrolled Keywords: Ret-He, deplesi besi, pendonor darah rutin, feritin serum
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Patologi Klinis
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 05 May 2026 07:12
Last Modified: 05 May 2026 07:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526080

Actions (login required)

View Item View Item