Pengaruh Pemberian Kortikosteroid Pulse Dose terhadap Kadar Glucocorticoid - Induced Leucine Zipper dan Nilai Mex-Sledai pada Pasien Lupus Eritematosus Sistemik

Amelia, Rizki (2026) Pengaruh Pemberian Kortikosteroid Pulse Dose terhadap Kadar Glucocorticoid - Induced Leucine Zipper dan Nilai Mex-Sledai pada Pasien Lupus Eritematosus Sistemik. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (03. Bab Akhir Kesimpulan dan Saran)
03. Bab Akhir Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (05. Spesialis Fulltext)
05. Spseialis Fulltext .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Pendahuluan: Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh disregulasi sistem imun dan keterlibatan berbagai organ. Terapi kortikosteroid pulse dose sering digunakan untuk mengendalikan aktivitas penyakit yang berat, namun penanda farmakodinamik awal untuk menilai respons terapi masih terbatas. Glucocorticoid-induced leucine zipper (GILZ) merupakan mediator molekuler dari aktivitas glukokortikoid, sedangkan nilai Mexican Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index (Mex-SLEDAI) merupakan penilaian klinis yang tervalidasi terhadap aktivitas penyakit LES. Metode : Penelitian intervensional pre–post ini melibatkan pasien SLE aktif yang menerima terapi metilprednisolon pulse dose (125–1000 mg/hari selama 3 hari). Sampel darah perifer dikumpulkan sebelum dan 72 jam setelah terapi untuk analisis kadar GILZ menggunakan metode ELISA. Nilai Mex-SLEDAI dinilai pada waktu yang sama. Analisis statistik dilakukan menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil : Terjadi peningkatan bermakna pada kadar GILZ setelah terapi kortikosteroid pulse dose (p<0,001). Nilai Mex-SLEDAI menunjukkan penurunan yang signifikan, menandakan perbaikan klinis (p<0,01). Kesimpulan : Kadar GILZ dan nilai Mex-SLEDAI dapat digunakan sebagai penanda farmakodinamik komplementer untuk mengevaluasi respons molekuler dan klinis terhadap terapi kortikosteroid pulse dose pada lupus eritematosus sistemik. GILZ berpotensi digunakan sebagai biomarker untuk respon klinis dan pemantauan terapi kortikosteroid pada penyakit LES.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Dr. dr. Dwitya Elvira, Sp.PD-KAI, FINASIM Dr. dr. Raveinal, SpPD-KAI, FINASIM
Uncontrolled Keywords: Lupus eritematosus sistemik, GILZ, Mex-SLEDAI, biomarker farmakodinamik, kortikosteroid pulse dose
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Penyakit Dalam
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 04 May 2026 01:04
Last Modified: 04 May 2026 01:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526034

Actions (login required)

View Item View Item