Elfira, Dila (2026) Makna Konotasi dalam Pantun-Pantun Cinta Karya Musra Dahrizal. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (332kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (369kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas makna konotatif yang terdapat dalam pantun-pantun cinta karya Musra Dahrizal dalam buku Pantun Minang Dua Bahasa. Pantun cinta dipilih karena merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya Minangkabau yang kaya akan simbol, kiasan, serta penggunaan bahasa emotif yang mencerminkan dinamika perasaan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan jenis frasa yang bermakna konotasi dalam pantun cinta karya Musra Dahrizal, serta (2) mengidentifikasi jenis-jenis makna konotatif yang digunakan. Penelitian menggunakan metode padan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat dalam pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan translasional dan padan referensial, dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) serta teknik hubung banding menyamakan (HBS). Data berupa 20 pantun cinta yang mengandung unsur konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun-pantun cinta karya Musra Dahrizal menggunakan berbagai satuan lingual berupa frasa nomina sebanyak 9 buah, frasa verba sebanyak 8 buah, frasa adjektiva sebanyak 2 buah, dan frasa numeralia sebanyak 1 buah. Makna konotatif yang ditemukan mencakup konotasi positif sebanyak 13 buah, seperti jantuang hati (konotasi positif: orang yang sangat dicintai), hitam manih (konotasi positif: kecantikan atau daya tarik), dan negatif sebanyak 7 buah seperti timbangan nyawo (konotasi negatif: situasi genting atau berharga hingga setara nyawa), di suntiang urang (konotasi negatif: kekasih yang telah menjadi milik orang lain), dan makan guntiang (konotasi negatif: penderitaan atau keputusasaan). Temuan ini menunjukkan bahwa pantun cinta Minangkabau menggunakan kiasan yang kaya untuk menyampaikan perasaan, nasihat, dan dinamika hubungan dengan cara yang halus, estetis, dan bernilai budaya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Reniwati, M.Hum. ; Dr. Rona Almos,S.S., M.Hum. |
| Uncontrolled Keywords: | Makna Konotatif; Frasa; Pantun Minangkabau; Musra Dahrizal; Semantik |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sastra Minangkabau |
| Depositing User: | S1 Sastra Minangkabau |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 09:13 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 09:13 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525195 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]