PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA DIBAWAH KETENTUAN PIDANA MINIMUM KHUSUS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus Putusan Nomor 659/Pid.Sus/2023/PN Pdg)

Salsabiil, Rian (2026) PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA DIBAWAH KETENTUAN PIDANA MINIMUM KHUSUS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus Putusan Nomor 659/Pid.Sus/2023/PN Pdg). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (238kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I Pendahuluan.pdf.pdf - Published Version

Download (377kB)
[img] Text (Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version

Download (132kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (138kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (842kB) | Request a copy

Abstract

Abstrak Dalam Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 659/Pid.Sus/2023/PN Pdg telah terjadi penyimpangan pasal 112 ayat (1) dengan sanksi 2 tahun penjara. Untuk menjawab kasus tersebut dilakukan penelitian dengan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus (Case Aproach). Dari hasil penelitian penyimpangan terhadap ketentuan minimum khusus, ditemukanya fakta persidangan bahwasanya terdakwa bersalah sebagaimana dimaksud pasal 127 undang-undang narkotika sebagai pecandu atau korban penyalahguna narkotika dengan memperhatikan pertimbangan teknis yaitu SEMA 4 tahun 2010 dan SEMA 3 tahun 2015. Namun pemberian sanksi penjara bukan solusi dalam menghukum para pecandu atau korban penyalahguna narkotika karena dianggap sebagai kelompok rentan dan dampak yang ditimbulkan saat menjalani proses hukuman dilapas, narapidana berkemungkinan terjerat dalam pengedaran gelap narkotika di lapas karena terjadi overcapacity lapas yang seharunya dihuni 136.704 orang akan tetapi lapas tersebut di isi sebanyak 270.780 orang sehingga kurang efisienya pengawasan. Pengaruh terhadap kehidupan sosial setelah menjalanin masa hukuman juga jadi perhatiaan penting bagi hakim dalam memutus perkara karena adanya kemungkan terjadinya penggulangan perbuatan kerena tidak di tangani berdasarkan prosedur medis. Sehingga pemberian hukuman secara restorative dan humanis melalui rehabilitasi terbukti mengurangi angka penyalahgunaan narkotika dengan meningkatkannya tafar hidup sebesar 79,47% setelah menjalani rehabilitasi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. A. Irzal Rias S.H., M.H. : Yandriza, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Pertimbangan Hakim; Minimum Khusus; Tindak Pidana Narkotika; Putusan Pengadilan; Rehabilitasi
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 24 Apr 2026 03:56
Last Modified: 24 Apr 2026 03:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525114

Actions (login required)

View Item View Item