Philiano, Ryan (2026) Representasi Perempuan Heroik dalam Film Black Panther: Wakanda Forever. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01 .Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (336kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB l.pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (260kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (287kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Film genre pahlawan super secara historis kerap didominasi oleh narasi maskulinitas hegemonik dan patriarki. Namun, film Black Panther: Wakanda Forever (2022) menghadirkan anomali dengan menempatkan perempuan kulit hitam sebagai sentral kedaulatan matriarkal, intelektual, dan militer pasca-kematian figur pemimpin laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar bagaimana film tersebut mendekonstruksi hegemoni maskulinitas dalam merepresentasikan perempuan heroik. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif. Pisau analisis yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes yang berfokus pada signifikasi dua tahap, yakni denotasi, konotasi, dan mitos terhadap tujuh scene representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perempuan heroik dikonstruksi melalui empat dimensi kebaruan ideologis. Pertama, dekonstruksi otoritas patriarki melalui "politisasi keibuan" yang mencerminkan praktik feminisme interseksional. Kedua, kedaulatan epistemologis melalui penguasaan teknologi (Afrofuturisme) yang mendefinisikan ulang kekuatan sebagai intelektualitas feminin. Ketiga, dekolonisasi ketubuhan di medan tempur yang menolak male gaze (tatapan laki-laki) serta objektifikasi seksual. Keempat, penyelesaian konflik yang mempromosikan "etika kepedulian" (ethics of care) dan keadilan pemulihan sebagai kritik tajam terhadap maskulinitas toksik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Black Panther: Wakanda Forever tidak merepresentasikan pahlawan perempuan yang sekadar meniru sifat agresif laki-laki (masculine mimicry), melainkan merumuskan epistemologi kepahlawanan baru yang bersumber dari identitas feminin, interseksionalitas, dan rasionalitas empatik untuk merombak tatanan dunia yang hegemonik.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Muhammad Thaufan A., S.Sos., M.A; Annisa Anindya, S.I. Kom., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Afrofuturisme; Feminisme Interseksional; Heroisme; Representasi Perempuan; Semiotika Roland Barthes |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | S1 Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 02:26 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 02:26 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524531 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric