Analisis Jaringan Sosial Politik Masinton Pasaribu dan Mahmud Efendi Lubis pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2024

Tanjung, Melani Deswita (2026) Analisis Jaringan Sosial Politik Masinton Pasaribu dan Mahmud Efendi Lubis pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2024. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (94kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (958kB)
[img] Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (148kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (278kB)
[img] Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis jaringan politik pada Pilkada Tapanuli Tengah tahun 2024 oleh pasangan Masinton Pasaribu dan Mahmud Efendi Lubis. Fokus penelitian ini diarahkan pada bagaimana pasangan kandidat tersebut dalam memanfaatkan jaringan politik untuk memobilisasi dukungan elektoral di tengah keterbatasan sumber daya dan waktu kampanye. Sebagaimana tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembagian dan pemanfaatan jaringan politik oleh pasangan calon kandidat menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori bentuk jaringan politik menurut Aspinall dan Sukmajati (2015) yang meliputi tiga jaringan yaitu tim pemenangan, partai politik, dan mesin-mesin jaringan sosial yang masing-masing akan dianalisis oleh teori jaringan Ruddy Agusyanto (2011) yaitu jaringan kepentingan, kekuasaan, dan emosional. Teori jaringan tersebut juga didukung oleh terbentuknya teori modal menurut Robert Putnam (2000) yaitu adanya bonding, bridging, dan linking yang kemudian diaktivasi melalui teori mobilisasi menurut Stefano (2000) yaitu mobilisasi secara langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan sumber daya dan waktu yang terbatas, pasangan Masinton Mahmud berhasil menyatukan berbagai kelompok formal seperti kekuatan partai pengusung dan non formal melalui aktivasi mesin-mesin jaringan sosial yang meliputi Gerakan Sukamas, organisasi masyarakat, kelompok pemuda, dan jaringan keagamaan. Selanjutnya, jaringan formal dan non formal dimanfaatkan untuk memobilisasi masyarakat Tapanuli Tengah dengan mengusung tema Perubahan. Di mana masing-masing jaringan sosial tersebut sudah memiliki basis massa dan telah menjalin hubungan yang baik dengan pasangan kandidat.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Aidinil Zetra, MA ; Dr. Doni Hendrik, M.Soc., Sc
Uncontrolled Keywords: Pilkada; Jaringan Politik; Partai Politik; Masyarakat; Modal Sosial
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Ilmu Politik
Depositing User: S2 Ilmu Politik
Date Deposited: 22 Apr 2026 01:52
Last Modified: 22 Apr 2026 01:52
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524421

Actions (login required)

View Item View Item