Martha, Alicia Cantika (2026) Analisis Potensi Integrasi Pariwisata Surfing dan Budaya di Mentawai. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (297kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (666kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (510kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (471kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Pariwisata surfing di Kepulauan Mentawai telah berkembang pesat dan dikenal secara global sebagai destinasi selancar kelas dunia. Namun, perkembangan tersebut belum diiringi dengan integrasi budaya lokal Mentawai secara bermakna dalam pengalaman wisata. Budaya Mentawai yang kaya akan nilai simbolik, spiritual, dan kearifan lokal cenderung berada di posisi marginal, sementara aktivitas surfing menjadi makna dominan dalam konstruksi pariwisata. Kondisi ini menimbulkan persoalan mengenai sejauh mana budaya lokal hadir, dimaknai, dan diintegrasikan dalam praktik pariwisata surfing yang berkembang di Mentawai, khususnya di Desa Tuapejat, Pulau Sipora. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan partisipasi wisatawan terhadap budaya lokal dalam pengalaman pariwisata surfing, menganalisis eksistensi surfing dan budaya lokal Mentawai, serta memahami pentingnya upaya integrasi antara pariwisata surfing dan budaya lokal melalui konsep cultural branding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan wisatawan mancanegara, masyarakat lokal, komunitas surfing, serta pihak pemerintah daerah, dan didukung oleh dokumentasi serta studi literatur. Pemilihan informan dilakukan secara purposive untuk memperoleh data yang relevan dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata surfing di Mentawai telah berkembang secara kuat, terstruktur, dan berorientasi global, serta memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Namun, budaya Mentawai belum terintegrasi secara utuh dalam pengalaman wisata, melainkan lebih sering hadir sebagai atraksi pendukung yang bersifat seremonial dan visual Persepsi wisatawan terhadap budaya lokal umumnya berada pada tingkat ketertarikan permukaan (casual interest) dan rendahnya keterlibatan budaya (low cultural engagement), yang disebabkan oleh minimnya informasi, akses, dan pengemasan budaya sebagai pengalaman wisata. Melalui perspektif fenomenologi sosial dan teori makna budaya, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara surfing dan budaya hanya dapat terwujud apabila budaya Mentawai diterjemahkan secara kontekstual, etis, dan bermakna ke dalam narasi pariwisata melalui strategi cultural branding. Dengan demikian, penguatan cultural branding berbasis pemahaman makna budaya diharapkan mampu menjadikan Mentawai tidak hanya dikenal sebagai destinasi surfing kelas dunia, tetapi juga sebagai destinasi budaya yang autentik dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr.rer.soz. Nursyirwan Effendi ; Dr. Maskota Delfi, M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Pariwisata surfing, budaya lokal Mentawai, integrasi pariwisata, cultural branding, fenomenologi sosial. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial |
| Depositing User: | S1 Antropologi Sosial |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 01:45 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 01:45 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524342 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]