Adam, Alieffio Maulana (2026) Perbandingan Manufacture Welding dan Repair Welding pada Aplikasi Lasan Piping System Menggunakan Pengujian Merusak dan Tidak Merusak. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (212kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text (BAB 5 Penutup)
BAB 5 Penutup.pdf - Published Version Download (151kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (149kB) |
|
|
Text (Tugas Akhir Fulltext)
Tugas Akhir Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Salah satu penggunaan material terbanyak pada industri saat ini ialah logam, kegunaan logam juga semakin beragam untuk kebutuhan produksi dari suatu industri, contohnya didalam industri fabrikasi oil & gas, dimana logam akan diproses dengan proses pengelasan untuk membuat suatu produk hasil pengelasan. Produk hasil pengelasan tidak luput dari adanya indikasi cacat atau kulitas yang tidak baik, maka perlu dilakukannya pengelasan ulang atau reparasi yang disebut juga dengan Repair Welding. Repair Welding merupakan proses pengelasan yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengembalikan sifat dari logam dasarnya dengan prosedur tertentu. Pada penelitian ini digunakan pipa ASTM A790 UNS S32750 sebagai spesimen pengujian yang akan dilas dan direparasi menggunakan pengelasan GTAW dengan serangkaian prosedurnya, namun pipa ASTM A790 UNS S32750 yang tergolong kedalam baja tahan karat super dupleks pada proses reparasi nya cenderung muncul karbida Krom atau fasa intermetallik yang mempengaruhi kualitas terhadap sifat tahan karat dan sifat mekaniknya, sehingga pada dasarnya kualitas pengelesan antara Manufacture weld dan Repair Weld akan berbeda. Maka pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara Manufacture Welding dan Repair Welding untuk melihat sifat mekanik dan juga struktur mikro nya, untuk melihat ini perlu dilakukan pengujian yang bersifat merusak (Destructive Test) dan pengujian tidak merusak (Non Destructive Test). Hasil perbandingan menunjukkan bahwa dari sifat mekaniknya Manufacture Welding memiliki nilai tegangan maksimum tertinggi dengan nilai sebesar 970 N/mm², sedangkan Repair Welding sebesar 944 N/mm², namun untuk nilai kekerasannya Repair Welding memiliki nilai lebih unggul sebesar 296 VHN dan 287 VHN untuk Manufacture Welding, perbedaan nilai sifat mekanik yang terjadi disebabkan oleh pengaruh panas dan proses pendinginan pada saat pengelasan, hal ini juga dibuktikan dengan pengamatan struktur mikro dan pengujian tidak merusak dari kedua jenis pengelasan ini.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Eng. Jon Affi |
| Uncontrolled Keywords: | Pipa ASTM A790 UNS S32750; Repair Welding; Manufacture Welding; DT dan NDT |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | S1 Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 10:57 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 10:57 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524269 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]