Muhammad, Gilang Rizki (2026) Manajemen Konflik Pada Konflik Pengusaha Angkot Lubuk Buaya-Pasar Raya Dengan Trans Padang Koridor 1 Tahun 2024. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK GILANG.pdf - Published Version Download (219kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN GILANG.pdf - Published Version Download (479kB) |
|
|
Text (Bab 6 Penutup)
BAB 6 PENUTUP GILANG.pdf - Published Version Download (174kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA GILANG.pdf - Published Version Download (243kB) |
|
|
Text (Full Skripsi)
FULL SKRIPSI GILANG RIZKI MUHAMMAD_2110833004.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konflik antara pengusaha angkot trayek Pasar Raya–Lubuk Buaya dengan Trans Padang Koridor 1 pada tahun 2024. Konflik ini muncul akibat ketidakjelasan mekanisme integrasi angkot ke dalam sistem Trans Padang, meskipun pengusaha angkot telah melakukan peremajaan armada sesuai dengan Peraturan Wali Kota Padang Nomor 104 Tahun 2020. Ketidakpastian tersebut menimbulkan ketidakpuasan yang berujung pada aksi demonstrasi oleh pengusaha angkot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang melibatkan Dinas Perhubungan Kota Padang, pengelola/operator Trans Padang, serta pengusaha angkot Koridor 1. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan teori manajemen konflik Schermerhorn yang terdiri dari lima indikator, yaitu avoidance (penghindaran), accommodation (akomodasi), competition atau authoritative command (kompetisi atau perintah berwewenang), compromise (kompromi), dan collaboration atau problem solving (kolaborasi atau pemecahan masalah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik dalam kasus ini belum berjalan secara efektif. Tahap awal konflik ditandai dengan penghindaran institusional, di mana pihak Trans Padang dan Dinas Perhubungan cenderung saling melempar tanggung jawab sehingga keluhan pengusaha angkot tidak tertangani secara substantif. Kondisi tersebut memicu eskalasi konflik berupa demonstrasi. Upaya penyelesaian kemudian bergerak ke arah akomodasi melalui pertemuan dan dialog, namun bersifat sementara dan belum menghasilkan solusi konkret. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan mencapai tahap kolaborasi menyebabkan konflik tidak terselesaikan secara tuntas.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dewi Anggraini, S.IP., M.Si; Dr. Zulfadli, SHI., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen konflik; Pengusaha; Transpotasi Publik; Angkutan Umum. |
| Subjects: | J Political Science > JF Political institutions (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik |
| Depositing User: | S1 Ilmu Politik |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 09:32 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 09:33 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524246 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric