Multiplikasi Tunas Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum Becc.) Dengan Pemberian Beberapa Konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) Secara In Vitro

Alfatah, Ahmad Nauval (2026) Multiplikasi Tunas Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum Becc.) Dengan Pemberian Beberapa Konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) Secara In Vitro. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (142kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (129kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (48kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (196kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Full Text Skripsi (1).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Amorphophallus titanum Becc. merupakan tanaman endemik Sumatera yang tergolong langka dan mengalami penurunan populasi akibat degradasi habitat serta rendahnya keberhasilan reproduksi alami. Upaya konservasi melalui perbanyakan tanaman secara in vitro menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pelestarian spesies ini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi Benzyl Amino Purine (BAP) terbaik dalam menginduksi multiplikasi tunas A. titanum secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2025 di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu konsentrasi BAP yang terdiri atas lima taraf perlakuan, yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1 ppm, dengan tiga ulangan. Media dasar yang digunakan adalah Murashige and Skoog (MS) yang dikombinasikan dengan Thidiazuron (TDZ) 0,2 ppm. Parameter yang diamati meliputi hari muncul tunas, pertambahan tinggi tunas, jumlah tunas, dan persentase eksplan bertunas. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi BAP tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tunas dan persentase eksplan bertunas, tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas A. titanum. Perlakuan tanpa penambahan BAP menghasilkan jumlah tunas tertinggi, yaitu 15,13 tunas per eksplan. Hasil ini menunjukkan bahwa pada media tanpa penambahan BAP belum mampu meningkatkan efektivitas multiplikasi tunas A. titanum secara in vitro.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Benni Satri, S.P., M.P.; Dra. Netti Herawati, M.Sc.
Uncontrolled Keywords: Amorphopallus; kultur jaringan; micropropagation; organogenesis; thidiazuron
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: S1 Agroteknologi Agroteknologi
Date Deposited: 20 Feb 2026 01:56
Last Modified: 20 Feb 2026 01:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520925

Actions (login required)

View Item View Item