PERBEDAAN KADAR ASPARTATE AMINOTRANSFERASE DAN ALANINE AMINOTRANSFERASE BERDASARKAN KELEBIHAN ZAT BESI PADA PASIEN TALASEMIA BETA MAYOR

Noer, Hafni (2026) PERBEDAAN KADAR ASPARTATE AMINOTRANSFERASE DAN ALANINE AMINOTRANSFERASE BERDASARKAN KELEBIHAN ZAT BESI PADA PASIEN TALASEMIA BETA MAYOR. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (186kB)
[img] Text (BAB. I Pendahuluan)
BAB. I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (123kB)
[img] Text (BAB. 5 Penutup)
BAB 5. Penurup.pdf - Published Version

Download (57kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (140kB)
[img] Text (Tesis Full)
Tesis Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Pasien talasemia beta mayor memerlukan transfusi darah berulang yang berisiko menyebabkan kelebihan zat besi. Akumulasi besi terutama terjadi di hati dan dapat menimbulkan kerusakan hepatoseluler yang ditandai dengan peningkatan kadar enzim transaminase, yaitu aspartate aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT). Kadar feritin serum digunakan sebagai indikator cadangan besi tubuh, namun hubungan antara kadar feritin dengan perubahan AST dan ALT masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar AST dan ALT berdasarkan kelebihan zat besi pada pasien talasemia beta mayor. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan potong lintang yang dilakukan di RS M. Djamil Padang pada periode Maret–Agustus 2025. Subjek penelitian terdiri dari 36 pasien anak talasemia beta mayor yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diambil dengan metode consecutive sampling. Kelebihan zat besi ditentukan berdasarkan kadar feritin serum <1.000 μg/L sebagai tidak berisiko dan ≥1.000 μg/L sebagai berisiko. Analisis statistik dilakukan menggunakan program komputer. Data numerik disajikan dalam bentuk median (minimum–maksimum) dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney dengan batas kemaknaan p<0,05. Hasil: Median kadar AST adalah 40,50 U/L (22–191 U/L) dan median kadar ALT adalah 32,50 U/L (7–220 U/L). Kadar AST pada kelompok berisiko lebih tinggi dibandingkan kelompok tidak berisiko (p=0,020). Kadar ALT pada kelompok berisiko juga secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok tidak berisiko (p=0,009). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna kadar AST dan ALT berdasarkan kelebihan zat besi pada pasien talasemia beta mayor, yang menunjukkan adanya keterlibatan fungsi hati akibat penimbunan besi.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: dr. Husni, Sp.PK, Subsp. H.K(K)
Uncontrolled Keywords: Talasemia beta mayor, feritin, aspartate aminotransferase, alanine aminotransferase
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Patologi Klinis
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 29 Jan 2026 03:25
Last Modified: 29 Jan 2026 03:25
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519614

Actions (login required)

View Item View Item