Angraini, Navisyah (2025) MAKNA BERJUALAN di LOKASI yang MENGGANGGU KETERTIBAN UMUM oleh Pedagang di PASAR TALAOK. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (cover &abstrak)
Cover & Abstrak (1)napisyuu.pdf - Published Version Download (186kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan bismillah.pdf - Published Version Download (293kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV bismillah.pdf - Published Version Download (120kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA napisyuu.pdf - Published Version Download (158kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI REVISI upload napisyuu.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena berpindahnya pedagang dari Pasar Talaok resmi ke lokasi pasar tidak resmi di pinggir Jalan Raya Pasar Baru–Pancuang Taba menimbulkan permasalahan ketertiban umum, kemacetan, dan potensi bahaya bagi pengguna jalan. Tindakan pedagang tersebut bukan sekadar pelanggaran aturan, melainkan berhubungan dengan makna dan penafsiran yang mereka bangun melalui pengalaman dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab para pedagang Nagari Talaok berjualan di pinggir jalan serta mendeskripsikan makna berjualan di lokasi yang mengganggu ketertiban umum oleh pedagang Pasar Talaok dan mendeskripsikan sumber makna berjualan di lokasi yang mengganggu ketertiban umum oleh pedagang Pasar Talaok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer untuk mendeskripsikan makna berjualan oleh pedagang. Metode penelitian yang di pakai adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari pedagang, warga, serta tokoh adat. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pedagang berjualan di lokasi yang mengganggu ketertiban umum adalah adanya makna yang diberikan oleh pedagang terhadap tindakan berjualan. Makna yang diberikan ialah sebagai: (1) Alternatif dari pasar Nagari Talaok yang sepi, karena pasar resmi dinilai sepi pembeli. (2) lokasi lebih menguntungkan, sebab berjualan di pinggir jalan membuat dagangan lebih cepat habis dan mudah dijangkau konsumen; dan (3) biaya sewa lebih murah, karena pasar tidak resmi tidak memungut retribusi dan memberikan rasa aman bagi pedagang kecil. Perkembangan pasar tidak resmi di Talaok muncul melalui proses bertahap, dimulai dari beberapa pedagang ikan yang berpindah ke pinggir jalan dan diikuti pedagang lain melalui proses peniruan. Pandemi Covid-19 turut mempercepat penurunan fungsi pasar resmi. Meski memberi dampak positif bagi pedagang dan sebagian warga, keberadaan pasar ini tetap menimbulkan tantangan bagi pemerintah nagari dalam menjaga ketertiban umum.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Afrizal, MA |
| Uncontrolled Keywords: | Makna, Pasar Tidak Resmi, Pedagang, Ketertiban Umum, Interaksionisme Simbolik |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 08:02 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 08:02 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519246 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]