Fadil, Muhammad Fadil (0028) Skrining Ketahanan Beberapa Cabai Lokal Sumatra Barat Terhadap Antraknosa dan Induksi Ketahanannya dengan Agen Hayati. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Muhammad Fadil_Tesis_Cover dan Abastrak.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Bab I)
Muhammad Fadil_Tesis_Bab I.pdf - Published Version Download (232kB) |
|
|
Text (Bab V)
Muhammad Fadil_Tesis_Bab V.pdf - Published Version Download (166kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Muhammad Fadil_Tesis_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (307kB) |
|
|
Text (Tesis Full Text)
Muhammad Fadil_Tesis_Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only until 28 January 2027. Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Cabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aroma dan rasa yang khas sehingga memiliki banyak kegunaan. Produksi cabai di Sumatra Barat mengalami tren fluktuatif setiap tahunnya yang berakibat kepada inflasi. Salah satu faktor pembatas utama produksi cabai yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides. Pemanfaatan verietas lokal yang memiliki ketahanan genetik serta penggunaan agen pengendali hayati (APH) menjadi strategi pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara APH dan Varietas cabai lokal sumatra barat terhadap terhadap serangan antraknosa pada buah cabai dan menentukan jenis APH dan Varietas cabai yang dapat menginduksikan ketahanan terhadap antraknosa. Percobaan ini dilaksanakan di screen house, lahan percobaan, Laboratorium Fisiologi Tanaman, Laboratorium Pengendali Hayati Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Sentral Universitas Andalas pada bulan Januari sampai dengan November 2025. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I yaitu varietas cabai lokal Sumatra Barat yang terdiri dari Kuhay, Kopay, Aka, Lotanbar, dan Kaput. Faktor II yaitu jenis APH yang terdiri dari tanpa pemberian APH (kontrol), pemberian Trichoderma harzianum, Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), dan kombinasi T. harzianum + FMA. Analisis data yang digunakan yaitu uji F pada taraf nyata 5%, apabila nilai probabilitiy < 0,05 maka data diuji lanjut dengan menggunakan Uji LSD (Least Significant Difference) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan APH mampu mengolonisasi akar tanaman cabai secara optimal. Cabai lokal Sumatra Barat dengan perikarp yang lebih tebal seperti pada varietas Lotanbar dan Kaput cenderung memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap penyakit antraknosa. Varietas dan APH menunjukkan adanya interaksi pada beberapa parameter penyakit, namun tidak menunjukkan pola yang konsisten pada setiap perlakuan dalam mengendalikan penyakit antraknosa. Namun sebagian besar varietas menunjukkan bahwa dengan pemberian APH mampu meningkatkan dan mempertahankan aktivitas enzim pertahanan seperti POX.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Armansyah, SP., MP.; Dr. Dini Hervani, SP., M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | enzim; kolonisasi; patogen; resistensi; simbiosis |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S2 Agronomi |
| Depositing User: | S2 Agronomi Agronomi |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 04:49 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 04:49 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519049 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric