Orang Bali Di Tanah Rafflesia: Potret Moderasi Beragama Di Desa Rama Agung, Bengkulu Utara (1963-2023)

Ilham, Roby (2026) Orang Bali Di Tanah Rafflesia: Potret Moderasi Beragama Di Desa Rama Agung, Bengkulu Utara (1963-2023). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (289kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (462kB)
[img] Text (BAB V PENUTUP)
BAB V.pdf - Published Version

Download (196kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (272kB)
[img] Text (Skripsi full text)
Skripsi full_Roby Ilham.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian berjudul “Orang Bali di Tanah Rafflesia: Potret Moderasi Beragama di Desa Rama Agung, Bengkulu Utara (1963–2023)” ini membahas proses historis masyarakat transmigran Bali dalam membangun kehidupan sosial budaya di tengah keberagaman etnis dan agama. Kajian ini menyoroti upaya menjaga tradisi, nilai keagamaan, serta lahirnya moderasi beragama melalui interaksi, adaptasi, dan kehidupan bersama masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang meliputi empat tahapan utama. Tahap heuristik dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber, baik primer maupun sekunder. Sumber-sumber tersebut terdiri atas data tertulis yang diperoleh melalui studi pustaka dan data lisan yang dikumpulkan melalui wawancara dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi pertama transmigran Bali. Tahap berikutnya, yaitu kritik sumber, difokuskan pada proses verifikasi dan penilaian terhadap keaslian serta relevansi data yang telah diperoleh. Setelah itu, dilakukan tahap interpretasi, di mana fakta-fakta yang ditemukan ditafsirkan untuk mengungkap makna dan keterkaitan antarperistiwa sosial maupun keagamaan. Tahap terakhir adalah historiografi, yakni penyusunan narasi sejarah yang sistematis dan komprehensif berdasarkan sumber-sumber yang telah diuji kebenarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Bali di Desa Rama Agung terbentuk melalui proses sejarah yang panjang. Tahun 1963 menjadi awal kedatangan masyarakat Bali, kemudian keberagaman etnis berkembang dengan hadirnya masyarakat Jawa pada tahun 1972 dan masyarakat Suku Rejang pada tahun 1979. Seiring waktu, perbedaan etnis dan agama tersebut diterima dan berkembang menjadi identitas bersama masyarakat. Nilai budaya masyarakat Bali mengalami pergeseran, seperti sistem kasta yang tidak lagi berfungsi sebagai hierarki sosial, penggunaan bahasa mengalami peleburan dengan bahasa setempat, serta pelaksanaan upacara keagamaan yang terbuka. Keterbukaan ini turut dipengaruhi oleh adanya perkawinan campuran, sehingga dalam upacara keagamaan Hindu sering dijumpai kehadiran umat beragama lain sebagai bagian dari ikatan keluarga dan hubungan sosial. Moderasi beragama tercermin dalam hubungan sosial yang rukun, keberadaan rumah ibadah yang berdampingan, serta kerja sama lintas agama dalam kehidupan masyarakat. Pada tahun 2017, Desa Rama Agung direncanakan sebagai desa kerukunan umat beragama, dan pada tahun 2023 dinobatkan sebagai Kampung Moderasi Beragama Tingkat Nasional. Dengan demikian, moderasi beragama di Desa Rama Agung tumbuh dari kehidupan bersama di tengah perbedaan. Ikatan sosial dan kekerabatan menjadi faktor penting dalam mendorong berkembangnya moderasi beragama di Rama Agung.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Hary Efendi, S.S., M.A.
Uncontrolled Keywords: Transmigrasi., keberagaman., Moderasi Beragama., Hindu Bali., Desa Rama Agung., Bengkulu
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sejarah
Depositing User: S1 Sejarah Sejarah
Date Deposited: 27 Jan 2026 07:03
Last Modified: 30 Jan 2026 02:35
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518690

Actions (login required)

View Item View Item