Zaki Arbi, Ismani (2025) Faktor Prognostik Kelangsungan Hidup 3 Bulan pada Pasien Efusi Pleura Ganas. Spesialis thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (393kB) |
![]() |
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (305kB) |
![]() |
Text (BAB Akhir)
BAB Akhir.pdf - Published Version Download (236kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (221kB) |
![]() |
Text (Tugas Akhir fulltext)
Tugas Akhir fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang dan Tujuan: Efusi pleura ganas (EPG) terjadi pada sekitar 15% pasien kanker dan berhubungan dengan prognosis yang buruk, dengan harapan hidup berkisar antara 3 hingga 12 bulan. Beberapa faktor seperti kadar glukosa, LDH, dan protein cairan pleura, volume efusi, serta jenis tumor primer telah diteliti sebagai indikator prognosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kelangsungan hidup 3 bulan pada pasien EPG. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif di RSUP Dr. M. Djamil. Penelitian mencakup pasien rawat inap yang didiagnosis EPG dari Januari 2021 hingga Desember 2023. Kriteria eksklusi meliputi data analisis cairan pleura dan data kelangsungan hidup yang tidak lengkap, dominasi sel polimorfonuklear dalam cairan pleura, atau tidak adanya diagnosis kanker yang terkonfirmasi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square. Semua faktor dengan nilai p < 0,25 dimasukkan dalam analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 74 pasien memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar berusia di bawah 60 tahun (62,2%), perempuan (67,6%), mengalami efusi pleura kanan (60,9%), eksudat (93,2%), dan bukan perokok (75,7%). Sekitar 63,5% memiliki kelangsungan hidup ≤3 bulan. Kadar protein, LDH, dan glukosa cairan pleura, asal tumor primer, serta efusi masif tidak menunjukkan hubungan bermakna secara statistik terhadap kelangsungan hidup 3 bulan (p > 0,05). Glukosa rendah (≤60 mg/dL) dan LDH tinggi (≥600 U/L) cenderung memiliki kelangsungan hidup lebih pendek, namun perbedaan ini tidak bermakna. Kesimpulan: Tidak terdapat faktor independen terhadap kelangsungan hidup 3 bulan berdasarkan analisis cairan pleura, temuan radiologis, maupun asal tumor primer pada pasien dengan EPG.
Item Type: | Thesis (Spesialis) |
---|---|
Supervisors: | dr. Oea Khairsyaf, Sp. P (K), MARS, FISR, FAPSR; dr. Dessy Mizarti, Sp. P (K), FISR |
Uncontrolled Keywords: | Efusi pleura ganas; kelangsungan hidup 3 bulan; faktor prognostik |
Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi |
Depositing User: | s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis |
Date Deposited: | 29 Aug 2025 09:22 |
Last Modified: | 29 Aug 2025 09:22 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/507611 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |