Hubungan Systemic Immune-inflammation Index dengan Luaran Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Eksaserbasi Akut

Zuandra, Reski Anugrah (2025) Hubungan Systemic Immune-inflammation Index dengan Luaran Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Eksaserbasi Akut. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover+abstrak.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (582kB)
[img] Text (BAB VII)
BAB VII.pdf - Published Version

Download (158kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (227kB)
[img] Text (Thesis Full Text)
Tugas Akhir Fulltext Reski Anugrah Zuandra.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Derajat eksaserbasi dari penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) berkorelasi dengan derajat inflamasi. Systemic immune- inflammation index (SII) merupakan marker inflamasi sederhana dengan biaya relatif murah yang dapat diperoleh dari pemeriksaan laboratorium rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan SII dengan luaran pasien PPOK eksaserbasi akut. Metode: Penelitian cross sectional ini melibatkan pasien berusia di atas 18 tahun dengan diagnosis PPOK eksaserbasi akut. Nilai SII dihitung dengan rumus jumlah neutrofil x jumlah trombosit/jumlah limfosit. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara SII dan luaran pasien PPOK eksaserbasi akut, meliputi mortalitas di rumah sakit, lama rawat inap, kebutuhan kanula hidung arus tinggi (KHAT) atau ventilasi mekanis, dan readmisi dalam 30 hari. Hasil: Sebanyak 107 pasien diikutsertakan dalam penelitian ini. Mortalitas di rumah sakit sebesar 13,1%, lama rawat inap ≥ 7 hari ditemukan pada 59,8% pasien, sebanyak 15% pasien memerlukan penggunaan KHAT atau ventilasi mekanis dan 8,4% pasien mengalami readmisi dalam 30 hari setelah keluar dari rumah sakit. Nilai SII tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan luaran pasien PPOK eksaserbasi akut (p>0,05), meliputi mortalitas di rumah sakit (p= 0,078), lama rawat inap (p= 0,158), kebutuhan KHAT atau ventilasi mekanis (p= 0,366), dan readmisi dalam 30 hari (p= 0,559). Analisis multivariat menunjukkan bahwa nilai SII tidak berhubungan dengan luaran pasien setelah disesuaikan dengan faktor-faktor lain. Faktor independen yang berhubungan dengan lama rawatan pasien PPOK yaitu PPOK grup E. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa SII tidak berhubungan dengan luaran pasien PPOK eksaserbasi akut.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: dr. Deddy Herman, Sp. P (K), FCCP, FAPSR, MCH, FISR; dr. Dewi Wahyu Fitrina, Sp. P (K), FISR
Uncontrolled Keywords: Penyakit paru obstruktif kronik eksaserbasi; SII; neutrofil; limfosit; trombosit
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi
Depositing User: s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis
Date Deposited: 29 Aug 2025 09:24
Last Modified: 29 Aug 2025 09:24
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/507610

Actions (login required)

View Item View Item