Irma, Fitri Ramadhani (2025) HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEJADIAN OVERACTIVE BLADDER (OAB) PADA WANITA PASCAMENOPAUSE DI PUSKESMAS BELIMBING KOTA PADANG. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (539kB) |
![]() |
Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (452kB) |
![]() |
Text (Bab VII Penutup)
Bab VII Penutup.pdf - Published Version Download (434kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (348kB) |
![]() |
Text (Skripsi full text)
Skripsi full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Overactive Bladder (OAB) merupakan gangguan fungsi saluran kemih bawah yang ditandai dengan urgensi berkemih, frekuensi tinggi, dan nokturia, yang dapat disertai inkontinensia urin. Kejadian OAB meningkat pada wanita pascamenopause akibat penurunan kadar estrogen dan perubahan struktur otot dasar panggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas, dan jenis persalinan terhadap kejadian OAB pada wanita pascamenopause di wilayah kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri atas wanita pascamenopause yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Overactive Bladder Symptom Score (OABSS), sedangkan analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 43,% responden mengalami OAB. Sebagian besar responden berusia 52–59 tahun (55,1%), memiliki paritas multipara (72,9%), dan memiliki riwayat persalinan pervaginam (84,1%). Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,002; OR = 3,771), paritas (p = 0,001; OR = 12,218), dan jenis persalinan (p = 0,042; OR = 4,27 ) dengan kejadian OAB. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa usia, paritas, dan jenis persalinan berhubungan signifikan dengan kejadian OAB pada wanita pascamenopause di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Tenaga kesehatan di layanan primer diharapkan melakukan skrining dan deteksi dini pada wanita berisiko tinggi. Edukasi pencegahan, termasuk latihan otot dasar panggul, pengendalian berat badan, pengaturan pola minum, dan pemantauan fungsi kemih, sebaiknya diintegrasikan ke dalam program kesehatan ibu sejak masa nifas untuk menurunkan kejadian OAB dan meningkatkan kualitas hidup wanita pascamenopause.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D; Dr. dr. Etriyel MYH, Sp.U |
Uncontrolled Keywords: | Overactive Bladder, Wanita Pascamenopause, Usia, Paritas, Jenis Persalinan, OABSS |
Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kebidanan |
Depositing User: | S1 Kebidanan Kebidanan |
Date Deposited: | 29 Aug 2025 08:46 |
Last Modified: | 29 Aug 2025 08:46 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/507491 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |