KARAKTERISTIK PASIEN EPISTAKSIS DENGAN HIPERTENSI DI IGD RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE TAHUN 2018 - 2022

Athaya, Fathony (2024) KARAKTERISTIK PASIEN EPISTAKSIS DENGAN HIPERTENSI DI IGD RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE TAHUN 2018 - 2022. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
abstrak.pdf - Published Version

Download (380kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (169kB)
[img] Text (BAB 6 Penutup)
BAB 6 Penutup.pdf - Published Version

Download (152kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (177kB)
[img] Text (Skripsi full text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Epistaksis adalah sebuah kegawatdaruratan THT yang sering ditemukan di IGD. Kondisi ini sering terjadi pada orang tua dengan salah satu faktor yang sering menjadi penyebab timbulnya epistaksis hipertensi. Epistaksis yang disebabkan hipertensi akan lebih sering berulang dengan perdarahan yang lebih banyak. Hal ini mengakibatkan perlunya tatalaksana di IGD dan rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien epistaksis dengan hipertensi di IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang pada periode tahun 2018 – 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling menggunakan data sekunder dari rekam medis dengan jumlah sampel sebanyak 60 pasien. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi setiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien epistaksis yang disebabkan hipertensi dengan kasus terbanyak ada pada rentang usia 51 – 60 tahun (30%), dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (66,7%), pekerjaan terbanyak wiraswasta (28,3%). Kebanyakan Pasien epistaksis dengan hipertensi di IGD RSUP Dr. M. Djamil mengalami hipertensi derajat 2 (48,3%), didiagnosis hipertensi dalam 5 tahun ini (61,7%), tidak memiliki komorbid (75%), ditatalaksana dengan tampon anterior (50%), dan sebagiannya dilakukan rawat inap (66,7%). Kesimpulan penelitian ini adalah penderita epistaksis dengan hipertensi paling banyak terjadi pada usia 51-60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan wiraswasta, memiliki hipertensi derajat 2, dan didiagnosis hipertensi dalam 5 tahun ini, serta tidak ada komorbid. Sebagian besar penderita ditatalaksana dengan tampon anterior ataupun observasi dan juga dilakukan rawat inap.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. dr. Effy Huriyati, Sp.THT-BKL, Subsp.A.I.(K)
Uncontrolled Keywords: Epistaksis, Hipertensi, Kegawatdaruratan THT
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: Fakultas Kedokteran
Depositing User: S1 Pendidikan Kedokteran
Date Deposited: 25 Apr 2024 08:01
Last Modified: 25 Apr 2024 08:01
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/466091

Actions (login required)

View Item View Item