An Analysis of Code Mixing Used in English Class of Senior High School Number I Gunung Talang

Fandy, Edwardo (2017) An Analysis of Code Mixing Used in English Class of Senior High School Number I Gunung Talang. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (cover dan abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (204kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (495kB)
[img] Text (Bab 4 Penutup)
BAB 4 Penutup.pdf - Published Version

Download (123kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (162kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
skripsi full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini membahas tentang proses campur kode (code mixing) yang terdapat pada tuturan para guru kelas bahasa Inggris di SMA N 1 Gunung Talang Kab. Solok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk campur kode dari dua atau lebih bahasa yang digunakan dan menganalisa penyebab munculnya campur kode yang digunakan oleh para guru bahasa Inggris tersebut. Data penelitian ini diperoleh langsung dari tuturan yang digunakan guru saat me di dalam kelas bahasa Inggris. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi non-partisipan yang dikemukakan oleh Sudaryanto. Pengambilan data dilakukan penulis dengan menghadiri langsung proses belajar mengajar dalam kelas bahasa Inggris pada bulan Januari 2017. Selanjutnya penulis mendengarkan dan menyalin tuturan-turuan yang mengandung code mixing ke dalam buku catatan. Data dianalisa dengan menggunakan 2 teori, yaitu; 1) teory yang menjelaskan bentuk-bentuk code mixing yang dikemukakan Kachru (1989); 2) teori yang menjelaskan hal apa saja yang menjadi pemicu penutur menggunakan campur kode berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Hoffman (1991). Dari hasil analisis, ditemukan lima bentu campur kode, yaitu dalam bentuk morfem (morpheme), kata (word), frase (phrase), klausa (clausa) dan kalimat (sentence). Namun dalam penelitian ini, campur kode dalam bentuk klause menjadi bentuk yang paling sedikit jumlah penggunaannya. Selain itu penulis juga menemukan enam penyebab atau alasan yang membuat penutur menggunakan campur kode, yaitu; kondisi pribadi dari penutur itu sendiri, ungkapan empati dari si penutur, latar belakang atau identitas penutur, pengulangan ungkapan sebagai penegasan dari apa yang penutur maksud, kekurangan kosa kata dari penutur dan dalam keinginan si penutur untuk membuat para pendengar mengerti apa yang dimaksudkan. Kata kunci: campur kode, bentuk campur kode .

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Rina Marnita AS, M.A
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Inggris
Depositing User: s1 sastra inggris
Date Deposited: 21 Mar 2019 12:38
Last Modified: 21 Mar 2019 12:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/43585

Actions (login required)

View Item View Item