TUTURAN DAN KINESIK PADA ANIME YUURI!!! ON ICE

Sari, Hayati (2019) TUTURAN DAN KINESIK PADA ANIME YUURI!!! ON ICE. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (668kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
Bab I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (619kB)
[img] Text (BAB 4 PENUTUP)
Bab IV.pdf - Published Version

Download (424kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (426kB)
[img] Text (Skripsi full text)
SKRIPSI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK TUTURAN DAN KINESIK PADA ANIME Yuuri!!! on ICE Oleh : Sari Hayati Kata Kunci :Anime, kinesik, semiotik, tuturan, Yuuri!!! on ICE Pada penelitian ini dibahas tuturan dan kinesik pada anime Yuuri!!! on ICE. Anime adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan film animasi/kartun Jepang.Anime Yuuri!!! on ICE, disutradarai oleh Sayo Yamamoto, berisi 12 episode dengan genre sport yang menceritakan seorang ice skater yang ingin menang di Final Grand Prix Ice Skating. Penelitian ini menjelaskan tuturan yang diikuti dengan kinesik dalam anime Yuuri!!! on ICE. Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif.Pada tahap pengumpulan data digunakan teknik catat dan teknik simak dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC).Selanjutnya, dalam tahap penganalisisan data, peneliti menggunakan metode padan, sedangkan untuk tekniknya menggunakan teknik Hubung Banding (HB).Kemudian, pada tahap penyajian data menggunakan metode informal.Dalam penelitian ini digunakan teori semiotik denotasi dan konotasi yang dikemukakan oleh Roland Barthes (1964), dan untuk menganalisis makna tuturan yang diikuti oleh kinesik digunakan teori 70 Japanese Gesture oleh Hamiru Aqui (2002). Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian antara maknatuturan dengan kinesik yang dilakukan penutur. Kinesik tersebut adalah:yubi o sasucara untuk menunjuk “anda” memiliki makna perintah, hai / iiemengangguk ketika mengatakan “ya” dan menggelengkan kepala ke samping ketika mengatakan “tidak” memiliki makna persetujuan dan penolakan, dogeza (permintaan maaf yang serius) memiliki makna permohonan maaf, warau menutupi mulut ketika tertawa yang memiliki makna perasaan gembira, peesu gerakan ini adalah pose yang umum digunakan untuk berfoto yang memiliki makna bahagia dan onegai! /gomenmemiliki makna permintaan maaf.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: RAHTU NILA SEPNI, M.HUM
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Depositing User: s1 sastra jepang
Date Deposited: 22 Jan 2019 15:37
Last Modified: 22 Jan 2019 15:37
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/42012

Actions (login required)

View Item View Item