ANALISIS KOLABORASI INTERPROFESI TENAGA KESEHATAN DALAM PENANGANAN PASIEN RAWAT INAP HIGH CARE UNIT (HCU) PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMIL TAHUN 2016

Yossi, Yulia (2016) ANALISIS KOLABORASI INTERPROFESI TENAGA KESEHATAN DALAM PENANGANAN PASIEN RAWAT INAP HIGH CARE UNIT (HCU) PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMIL TAHUN 2016. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 6 Penutup)
BAB 6 Penutup.pdf - Published Version

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (62kB) | Preview
[img] Text (Skripsi full text)
Skripsi full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan HCU merupakan unit pelayanan rumah sakit bagi pasien dengan kondisi stabil namun masih memerlukan pengobatan, perawatan, dan pemantauan secara ketat. Pelayanan di HCU Penyakit Dalam kurang optimal karena para tenaga kesehatan yang bertugas di unit tersebut juga bertugas di bagian lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai pelaksanaan kolaborasi interprofesi tenaga kesehatan dalam penanganan pasien rawat inap High Care Unit (HCU) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang 2016. Metode Penelitian ini menggunakan disain penelitian kualitatif dengan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Data diolah melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, setelah itu dilakukan triangulasi. Hasil Hasil penelitian didapatkan bahwa tenaga yang terlibat dalam penanganan pasien di HCU Penyakit Dalam terdiri dari dokter, perawat, ahli gizi, dan farmasi. Pembagian tugas dan shift masing-masing profesi sudah jelas, namun petugas gizi dan farmasi masih kurang karena masing-masing hanya satu orang yang bertugas. Sarana dan prasarana masih ada yang kurang. Proses perundingan inteprofesi tenaga kesehatan hanya sering terjadi saat visite, diluar visite juga dilaksanakan rapat namun tidak rutin. Evaluasi dalam penanganan pasien sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di rumah sakit yaitu dilakukan sekali sebulan oleh kepala ruangan. Kesimpulan Praktik kolaborasi interprofesi tenaga kesehatan terlaksana namun frekuensinya rendah karena yang rutin hanya terjadi saat visite. Selain itu masih ada kesalahpahaman mengenai tugas limpah dalam pelaksanaan penanganan pasien. Daftar Pusktaka : 22 (1996-2015) Kata Kunci : Kolaborasi, Interprofesi, Tenaga Kesehatan

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Depositing User: s1 kesehatan masyarakat
Date Deposited: 27 Jul 2016 02:25
Last Modified: 27 Jul 2016 02:25
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/12800

Actions (login required)

View Item View Item