eprintid: 521745 rev_number: 8 eprint_status: archive userid: 421 dir: disk0/00/52/17/45 datestamp: 2026-03-25 02:22:19 lastmod: 2026-03-25 02:22:19 status_changed: 2026-03-25 02:22:19 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: YULISTIA, ASEH creators_id: 0810222058 title: ANALISIS TATANIAGA KAKAO HASIL FERMENTASI DARI KENAGARIAN KOTO BARU KECAMATAN LUHAK NAN DUO KABUPATEN PASAMAN BARAT ispublished: pub subjects: S1 divisions: 02B full_text_status: restricted note: Refdinal abstract: Penelitian ini bertujuan imtuk mendeskripsikan sistem tataniaga kakao hasil fermentasi melalui pendekatan lembaga dan fungsi tataniaga serta untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan harga kakao fermentasi tidak berbeda dengan kakao non-fermentasi pada Kelompok Tani Sinar di Kenagarian Koto Bam Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan analisis data bempa analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian,saluran tataniaga kakao hasil fermentasi terdiri dari dua, yaitu: Saluran 1 (petani - pedagang pengumpul - pedagang besar - eksportir-konsumen antara (industri))dan Saluran II(petani•pedagang besarekspordr - konsumen antara (industri)). Lembaga yang terlibat yaitu pedagang pengumpul(UD.Gapoktan Karya Bersama), pedagang besar(CV. Raja Bor-Bor dan Co) dan eksportir (CV. Mekar Jaya). Fungsi tataniaga yang dilakukan meliputi fungsi pertukaran yaitu kegiatan penjualan dan pembelian, fungsi fisik yaitu kegiatan pengangkutan dan penggudangan, dan fungsi fasilitas yaitu kegiatan informasi pasar,penanggungan resiko,standardisasi dan penyortiran.Hasil analisis faktor-fektor yang menyebabkan harga kakao fermentasi tidak berbeda dengan kakao nonfermentasi adalah kualitas biji kakao fermentasi yang dihasiikan petani masih rendah karena proses fermentasi tidak dilakukan sesuaiStandar Prosedur Operasional,tidak adanya permintaan eksportir terhadap kakao fermentasi dan informasi pasar mengenai tempat pembelian kakao fermentasi yang membedakan harga tidak diketahui oleh pedagang pengumpul gapoktan. Upaya untuk mengatasi masalah harga kakao fermentasi yang tidak berbeda dengan kakao non-fermentasi adalah dengan cara petani melakukan proses fermentasi dengan baik sesuai Standar Prosedur Operasional dan pedagang pengumpul gapoktan sebaiknya mencari jalur pemasaran yang bam. Saran dari hasil penelitian ini adalah selumh petani sebaiknya mulai melakukan pengolahan kakao dengan cara fermentasi secara tepat dan lebih baik jika pengolahan dilakukan secara bersama. Selain itu, sebaiknya petani melakukan pencucian terhad^ biji kakao yang telah selesai difermentasi. Kepada Pemerintah juga diharapkan dapat mengeluaikan kebijakan harga standar pembelian biji kakao hasil fermentasi dengan selisih harga yang ideal menumt penelitian terdahulu yaitu oleh Candra(2011)adalah Rp 2.000-Rp 3.000/Kg agar minat petani untuk melakukan fermentasisemakin besar date: 2012-10-08 date_type: completed pages: 66 institution: Universitas Andalas department: Fakultas Pertanian thesis_type: 2Sarjana thesis_name: other referencetext: Amin, Sarmidi. 2005. Teknologi Pascapanen Kakao Untuk Masyarakat Perkakaoan Indonesia. Badan Pengkajian dan Pener^jan Teknologi. Jakarta. Aryunda, Ria. 2009. Analisa Pemasaran Gambir (Uncaria gambira Roxb) di Kenagarian Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan, [Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat. 2010. Pasaman Barat Dalam Angka Pasaman Barat [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat. 2011. Luhak Nan Duo Dalam Angka.Pasaman Barat. [BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. 2010. Sumatera Barat Dalam Angka. Padang. . 2011. Perkembangan Ekspor danImporSumatera BaratJuni 2011. http://bpssumbar.eo.id.[20/1/2012], Candra, Dory. 2011. Analisis Penentuan Harga Jual Biji Kakao Fermentasi di Kelompok Tani Guguak Kumbayau Indah Desa Kumbayau Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. [Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang. [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat. 2010.RealisasiEkspor Komoditas Perkebunan Sumatera Barat. Padang. Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. 2011. Statistik Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat2010. Pasaman Barat. Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat. 2005. Statistik Perkebunan Provinsi Sumatera Barat. Padang. . 2007. Pedoman Standar Prosedur Operasional(SPO)Pascapanen Kakao. Padang. .2011.Statistik Perkebunan Provinsi Sumatera Barat. Padang. Effendi, Sulaiman. 1989. Pengolahan Biji Kakao. Pusat Penelitian Perkebunan Bogor.Bogor. Gani, Yusfa. 1991. Margin Tataniaga Cokelat dan Permasalahannya Di Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman [Tesis]. Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang.68 Hamid, Abdul Kadir. 1994. Dasar-Dasar Tataniaga Pertanian, Fajar Harapan. Pekanbaru. Http://HimaIPBPasbar. 2008. Kakao Indonesia Dikancah Perkakaoan Dunia. [21/03/2010]. Kasmir.2008.Kewirausahaan.PT Rajagrafindo Persada.Jakarta. Kelompok Tani Sinar.2011.ProfitKelompok TaniSinar Tahun 2011.Koto Baru. Kotler, P. and Amstrong, G. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran. PT Prenhalindo. Jakarta. Mubyarto.1989.Penganiar EkonomiPertanian Edisi Ketiga.LP3ES.Jakarta. Nasution,Z. Ciptadi, Z. Laksmi. 1985. Pengolahan Coklat. Jurusan Teknologi Industri Pertanian.Fakultas TeknologiPertanian IPB.Bogor. Nazir,M.2005.Metode Penelitian.Cetakan Keenam.Ghalia Indonesia.Bogor. Poedjiwidodo,Y.1996.SambungSamptng Kakao. Trubus Agriwdya.Ungaran. Rahim, Abd. dan Hastuti. 2007. Pengantar Teori Dan Kasus Ekonomika Pertanian. Penebar Swadaya.Jakarta. Saifiil. 2011. Sumbar Akan Bangim Pabrik Pengolahan Kakao. httD;//www.korandigital.coin.[15/8/2011]. Soekartawi. 2002.Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran Hasil-Hasil Pertanian, TeoriDan Aplikasinya.PT Grafindo Persada.Jakarta. Sumardi dan Yudianto.2001.Mempelajari KarakteristikPengeringan Biji Coklat Dengan Alat Pengering Tipe Bak. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Malang. Swastha, Basu. 1991. Saluran Pemasaran, Konsep dan Strategi Andlisa Kuantitatif.BPFE.Yogyakarta. Tim Bina Karya Tani. 2008. Pedoman Bertanam Cokelat. Yrama Widya. Bandung. Tim Penulis PS. 2008. Agribisnis Tanaman Perkebunan. Penebar Swadaya. Jakarta. Zulkifli, Y. 2004. Pengaruh Wadah Fermentasi dan Pengeringan Terhadap Rendemen dan Karakteristik Mutu Biji Kakao Kering di Kabupaten 50 Kola.[Skripsi].FakultasPertanian Universitas Andalas.Padang. citation: YULISTIA, ASEH (2012) ANALISIS TATANIAGA KAKAO HASIL FERMENTASI DARI KENAGARIAN KOTO BARU KECAMATAN LUHAK NAN DUO KABUPATEN PASAMAN BARAT. S1 thesis, Universitas Andalas. document_url: http://scholar.unand.ac.id/521745/1/OK%20S1%20Pertanian%202012%20Aseh%20Yulistia%200810222058.pdf