KADAR MIKROPARTIKEL ENDOTELIAL SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN KARDIOVASKULAR MAYOR PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT ELEVASI SEGMEN-ST YANG MENJALANI INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER

AGUNG, RIZKA PRATAMA (2022) KADAR MIKROPARTIKEL ENDOTELIAL SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN KARDIOVASKULAR MAYOR PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT ELEVASI SEGMEN-ST YANG MENJALANI INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER. Masters thesis, Universitaas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB VI)
BAB VI.pdf - Published Version

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftatr Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (66kB) | Preview
[img] Text (Thesis Full Text)
Thesis full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Infark Miokard Akut Elevasi Segment ST (IMAEST) dapat menyebabkan terjadinya Kejadian Kardiovaskular Mayor (KKM), walaupun pasien dengan IMA-EST telah mendapatkan tindakan Intervensi Koroner Perkutan Primer (IKPP) untuk mendapatkan reperfusi miokard. Pada pasien IMA-EST terjadi peningkatan pelepasan mikropartikel endothelial (EMP) yang disebabkan adanya perekrutan sel-sel inflamasi akibat respon setelah terjadinya infark miokard, EMP memiliki efek dalam meningkatkan aktivasi endotel, kekakuan arteri, menstimulasi trombosis dan inflamasi yang dapat berkontribusi terjadinya cidera miokard, peningkatan luas infark dan disfungsi mikrovaskular. Pelepasan EMP dalam sirkulasi dapat dijadikan prediktor terjadinya KKM. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian prospective cohort pada pasien IMA-EST yang menjalani IKPP pada Instalasi Pusat Jantung RSUP M. Djamil Padang yang dilaksanakan bulan Januari 2020 – Januari 2021. Pemeriksaan kadar EMP dinilai saat rawatan, luaran klinis menilai KKM (kematian, reinfark, syok kardiogenik, gagal jantung, aritmia dan stroke) pada saat rawatan dan 30 hari. Dilakukan uji Independent Sample T test dan analisis lanjutan untuk melihat nilai cut-off point dari kadar EMP dengan prosedur receiver operating curve (ROC). Hasil Penelitian: Terdapat total 72 subyek penelitian yang diikutsertakan untuk dinilai kadar EMP dan KKM saat rawatan dan 30 hari, 64 di antaranya adalah laki- laki. Saat rawatan 31 (43%) subjek mengalami KKM dan 7 (10%) subjek mengalami KKM pada observasi 30 hari setelah pasien pulang. Rerata kadar EMP pada pasien yang mengalami KKM lebih tinggi. Nilai cut-off point kadar EMP pada pasien IMA- EST yang dapat menentukan KKM selama rawatan adalah ≥476 EMP/μl dengan sensitivitas 77,4% dan spesifisitas 75,6% dengan nilai AUC 85,5%. Nilai cut-off point kadar EMP pada pasien IMA-EST yang dapat menentukan KKM 30 hari adalah ≥844 EMP/μl dengan sensitivitas 71,4% dan spesifisitas 72,4% dengan nilai AUC 74,9%. Kesimpulan: Penilaian kadar EMP saat rawatan dapat menjadi prediktor terjadinya KKM saat rawatan dan dalam 30 hari pada pasien IMA-EST yang telah menjalani IKPP.

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Dr.dr.Eka Fithra Elfi,Sp.JP(K)
Uncontrolled Keywords: mikropartikel endhotelial, Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST (IMANEST), kejadian kardiovaskular mayor
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Pascasarjana (S2)
Depositing User: s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis
Date Deposited: 25 Jan 2022 08:36
Last Modified: 25 Jan 2022 08:36
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/97681

Actions (login required)

View Item View Item