HUBUNGAN KADAR FERITIN DENGAN TINGKAT KEPARAHAN PASIEN COVID-19 DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

ELSA, PURNAMA SARI (2021) HUBUNGAN KADAR FERITIN DENGAN TINGKAT KEPARAHAN PASIEN COVID-19 DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG. Masters thesis, Universitaas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK-dikonversi (1).pdf - Published Version

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab V)
BAB AKHIR.pdf - Published Version

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (146kB) | Preview
[img] Text (Tugas Akhir Full)
TUGAS AKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Feritin merupakan salah satu marker inflamasi yang digunakan sebagai prediktor keparahan COVID-19. Penilaian keparahan lebih awal diharapkan dapat menjadi prioritas dalam penalataksanaan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar feritin dengan tingkat keparahan pasien COVID-19 yang terkonfirmasi di RSUP dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif pada pasien COVID-19 terkonfirmasi menggunakan data rekam medik Januari-Mei 2021. Analisis Chi-Square dihitung untuk menilai hubungan kadar feritin dengan derajat klinis, keparahan gambaran foto toraks dan tingkat kebutuhan terapi oksigen. Peneliti menggunaan analisis regresi logistik untuk menilai faktor risiko derajat keparahan pasien berdasarkan kadar feritin. Hasil: Karakteristik pasien sebagian besar adalah perempuan (54,25%), berusia lebih dari 50 tahun (59,00%), derajat klinis diatas kategori 4 (54,75%), membutuhkan terapi oksigen (74,75%), tingkat keparahan foto toraks ringan (75,50%), kadar feritin < 500 ng/m (52,75%) dan tidak memiliki komorbid (51,25%). Penelitian ini mendapatkan kadar feritin berhubungan dengan derajat klinis, keparahan foto toraks, dan tingkat kebutuhan terapi oksigen dengan HFNC dan ventilator (p<0,001). Kadar feritin > 1000 ng/ mL memiliki peluang risiko terhadap derajat klinis kategori 7 OR 8,28 (95% CI 2,69-25,41), keparahan gambaran foto toraks yang berat OR 5,52 (95% CI 2,55-11,97) serta terapi oksigen menggunakan HFNC OR 4,76 (95% CI 2,70-8,39) dan ventilator OR 7,69 (95% CI 3,97-14,92) Kesimpulan: Kadar feritin yang tinggi secara bermakna meningkatkan peluang risiko derajat klinis yang lebih berat, gambaran toraks yang lebih berat dan tingkat kebutuhan terapi oksigen menggunakan HFNC dan ventilator pada pasien COVID-19.

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Dr. Irvan Medison Sp.P(K)FISR, FAPSR
Uncontrolled Keywords: COVID-19, kadar feritin, derajat klinis, foto toraks, HFNC
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Pascasarjana (S2)
Depositing User: s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis
Date Deposited: 26 Jan 2022 04:47
Last Modified: 26 Jan 2022 04:47
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/97545

Actions (login required)

View Item View Item