ANALISIS KEMAMPUAN PENYISIHAN POLUTAN PARTICULATE MATTER 2,5 µm (PM2,5) OLEH TANAMAN HIAS

Raisa, Widya Putri (2021) ANALISIS KEMAMPUAN PENYISIHAN POLUTAN PARTICULATE MATTER 2,5 µm (PM2,5) OLEH TANAMAN HIAS. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (37kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (149kB) | Preview
[img] Text (TUGAS AKHIR FULL)
Tugas Akhir Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi jumlah polutan PM2,5 di udara, seperti dengan melakukan penghijauan menggunakan berbagai jenis tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tanaman hias yakni Pucuk Merah (Syzygium oleana), Paku Pedang (Nephrolepis exaltata), Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis), Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata), dan Puring (Codiaeum variegatum) dalam menyisihkan polutan PM2,5. Sumber PM2,5 pada penelitian ini berasal dari emisi kendaraan bermotor. Uji kemampuan penyisihan PM2,5 oleh tanaman hias dilakukan dengan perbedaan variasi waktu pemaparan (0,5 jam; 1 jam; dan 1,5 jam) pada waktu pagi, siang, dan malam hari. Pengukuran dilakukan dengan variasi waktu pagi, siang, dan malam ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman dalam menyisihkan PM2,5 dalam kondisi waktu yang berbeda. Kemampuan penyisihan PM2,5 oleh tanaman ini dipengaruhi oleh proses fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman. Analisis konsentrasi PM2,5 dengan metode gravimetri sesuai dengan SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat Kerja. Hasil penelitian menunjukkan kelima jenis tanaman memiliki kemampuan untuk menyisihkan PM2,5 dengan nilai efektivitas yang bervariasi. Efektivitas ini dipengaruhi oleh karakteristik tanaman. Persentase efektivitas tanaman setelah pengasapan 1,5 jam pada pagi hari dan siang hari paling tinggi terjadi pada tanaman Lidah Mertua dengan nilai 82,78% dan 75,33%. Sedangkan pada malam hari persentase efektivitas tanaman setelah pengasapan 1,5 jam paling tinggi terjadi pada tanaman Puring 79,58%. Berdasarkan dari rata-rata persentase efektivitasnya, tanaman Lidah Mertua merupakan tanaman yang paling efektif dalam menyisihkan PM2,5 dengan rata-rata 69,65%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Rinda Andhita Regia, M.T
Uncontrolled Keywords: PM2,5, efektivitas penyisihan, tanaman hias, emisi
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Lingkungan
Depositing User: s1 teknik lingkungan
Date Deposited: 26 Nov 2021 07:52
Last Modified: 26 Nov 2021 07:52
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/95212

Actions (login required)

View Item View Item