STRUKTUR JARINGAN PERTUKARAN KEKUASAAN DALAM PEMILU LEGISLATIF 2014 PADA MASYARAKAT MISKIN KOTA PADANG (Di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Padang Utara)

ANDRIS, MAULANA (2014) STRUKTUR JARINGAN PERTUKARAN KEKUASAAN DALAM PEMILU LEGISLATIF 2014 PADA MASYARAKAT MISKIN KOTA PADANG (Di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Padang Utara). Diploma thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.

[img] Text (SKRIPSI)
201410311100st_ta fix.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (964kB)

Abstract

Demokrasi, bentuk sebuah pemerintahan yang dimana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk mengambil hak dan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Suatu negara yang demokrasi berbeda dengan bentuk kekuasaan yang dipegang oleh satu orang. Demokrasi mencakup kondisi ekonomi, kondisi sosial, politik dan budaya. Pemilu atau pemilihan umum adalah dasar terbentuknya negara yang berdemokrasi. Demokrasi yang ada untuk rakyat, dimana kedaulatan rakyat ialah kekuasaan yang tertinggi. Namun dalam praktek dan pelaksanaan demokrasi, Justru apa yang diharapkan dan dilaksanakan belum mampu untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat seutuhnya. Partisipasi warga terhadap perpolitikan pun masih belum terlaksana baik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi serta wawancara dengan metode story telling yang dimana secara mendalam (tidak berstruktur) dengan mencari dan menganalisa inti dari yang dinyatakan oleh informan. Teori yang digunakan adalah teori jaringan pertukaran kekuasaan dari Cook dan Emerson dimana teori ini menjelaskan tentang jaringan tersebut ada dikarenakan adanya pertukaran yang berada di dalam suatu struktur masyarakat, pertukaran ini tidak selalu sebanding dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertukaran sosial ada yang bersifat umum, umum positif, sebanding, umum negatif dan negatif. Dua daerah miskin yang telah diteliti dipahami bahwa memiliki perbedaan bentuk antara struktur jaringan suara pada pemilu legislatif yang terjadi di dalam masing – masing daerah penelitian. Hal ini dikarenakan bagaimana cara caleg masuk, mendekati dan dikenal dalam lingkungan daerah penelitian. Dan bagaimana pertukaran tersebut dibentuk dari pihak pertama ke pihak kedua, pihak kedua ke pihak ketiga dan seterusnya sehingga jaringan pertukaran ini terbentuk di dalamnya. dari dasar pertukaran inilah terbentuk sebuah jaringan yang mengkoneksikan jaringan suara antara caleg hingga pemilih, dimana jaringan terbentuk karena adanya kesepakatan yang telah diperoleh dari caleg, perantara hingga kepada masyarakat. Pertukaran yang terjadi di dalam pemilu legislatif lebih bersifat umum dan pertukaran ini dapat berubah dengan jangka waktu tertentu. Didasarkan atas kepuasan atau ketidakpuasan masyarakat terhadap apa yang telah disepakati dahulu. Sehingga jaringan yang terkoneksi sebelumnya dapat saja rusak dan putus.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Yth Vebi Dwi Putra
Date Deposited: 24 May 2016 10:11
Last Modified: 24 May 2016 10:11
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/9498

Actions (login required)

View Item View Item