EKSPLORASI DAN SEPEKSI CENDAWAN ENDOFIT PADA TANAMAN CABAI YANG BERPOTENSI SEBAGAI ENTOMOPATOGEN

Olaf, Septia Herman (2021) EKSPLORASI DAN SEPEKSI CENDAWAN ENDOFIT PADA TANAMAN CABAI YANG BERPOTENSI SEBAGAI ENTOMOPATOGEN. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (576kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (293kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab Akhir)
BAB Akhir.pdf - Published Version

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (298kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Cendawan endofit adalah cendawan yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menunjukkan gejala sakit pada tanaman dan beberapa jenis cendawan endofit dapat berperan sebagai entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis cendawan endofit dari tanaman cabai yang bersifat patogen pada serangga (entomopatogen) berdasarkan daerah yang berbeda, yaitu dataran rendah dan dataran tinggi. Sampel tanaman diambil pada dua derah yaitu di Daerah Tui Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang dan Kenagarian Air Batumbuak, Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Pengambilan sampel tanaman dilakukan secara Purposive sampling. Isolasi cendawan endofit dilakukan dari bagian tanaman yang sehat (akar, batang dan daun). Uji patogenisitas cendawan endofit dilakukan terhadap larva Tenebrio molitor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 60 perlakuan isolat cendawan endofit dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menununjukkan bahwa kemampuan kolonisasi cendawan endofit pada tanaman cabai lebih tinggi ditemukan pada cabai dataran rendah (87.50%) dibandingkan dengan dataran tinggi (38.53%). Kolonisasi cendawan pada bagian daun (79.9%) lebih tinggi dibandingkan dengan batang (57,3%) dan akar (51,9%). Hasil uji patogenisitas menunjukkan bahwa dari 60 isolat cendawan endofit yang diuji, hanya 9 isolat yang bersifat entomopatogen. Cendawan yang bersifat entomopatogen hanya ditemukan pada daerah dataran rendah. Isolat cendawan endofit yang memiliki tingkat patogenisitas tertinggi dan nilai LT50 terpendek adalah isolat DRB31 (Beauveria). Hasil identifikasi cendawan ditemukan 3 genus cendawan endofit yang bersifat entomopatogen, yaitu Trichoderma (DRA11 dan DRA31), Fusarium (DRA12, DRB13 dan DRD11) dan Beauveria (DRA32, DRA33, DRB33 dan DRD33). Isolat yang memiliki pertumbuhan koloni tercepat, yaitu isolat DRA11 (Trichoderma) dan DRA31 (Trichoderma). Sebanyak 7 isolat cendawan entomopatogen endofit memiliki daya kecambah konidia di atas 96%. Kata kunci: Capsicum annum, Tenebrio molitor, Cendawan endofit, Entomopatogen, Patogenisitas

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian
Depositing User: S1 Agroteknologi Agroteknologi
Date Deposited: 16 Aug 2021 04:38
Last Modified: 16 Aug 2021 04:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/80130

Actions (login required)

View Item View Item