Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kejorongan Lokus Stunting Wilayah Kerja Puskesmas Parit Kabupaten Pasaman Barat

Elsi, Safitri (2021) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kejorongan Lokus Stunting Wilayah Kerja Puskesmas Parit Kabupaten Pasaman Barat. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (243kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf - Published Version

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (460kB) | Preview
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Di Indonesia dan Provinsi Sumatera Barat, prevalensi stunting telah melebihi ambang batas WHO pada tahun 2019 yaitu sebesar 27,67% dan 27,47%. Stunting bisa disebabkan oleh berat badan lahir, riwayat infeksi, status imunisasi dasar, tingkat pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir, riwayat infeksi, status imunisasi dasar, tingkat pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 orang balita usia 24-59 bulan beserta ibu dan diambil dengan cara purposive sampling yang dilakukan mulai dari bulan Maret-Juli 2021. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34,5% balita stunting, BBLR 7,1%, balita memiliki riwayat infeksi 63,1%, balita dengan imunisasi dasar lengkap 78,6%, tingkat pendidikan ibu rendah 57,1% dan jumlah anggota keluarga kecil 53,6%. Terdapat hubungan antara berat badan lahir, riwayat infeksi dan tingkat pendidikan ibu dengan stunting pada balita. Tidak terlihat adanya hubungan antara status imunisasi dasar dan jumlah anggota keluarga dengan stunting pada balita. Dari hasil penelitian ini pihak puskesmas disarankan untuk bisa mengevaluasi pelaksanaan pemberian imunisasi untuk mencegah penyakit infeksi dan petugas kesehatan lebih memperhatikan program intervensi gizi bagi ibu hamil yang sudah ada untuk mencegah kejadian BBLR.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Ns. Deswita, M.Kep., Sp.Kep.An
Uncontrolled Keywords: balita, BBLR, imunisasi, infeksi, keluarga, stunting
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Keperawatan
Depositing User: Program S1 Keperawatan
Date Deposited: 02 Aug 2021 02:22
Last Modified: 02 Aug 2021 02:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/78490

Actions (login required)

View Item View Item