PRAKTIK SOSIAL BÖWÖ PADA ETNIS NIAS PERANTAUAN DI KOTA PADANG

Yulia, Setiawati Gaurifa (2021) PRAKTIK SOSIAL BÖWÖ PADA ETNIS NIAS PERANTAUAN DI KOTA PADANG. Diploma thesis, Universitas andalas.

[img]
Preview
Text (COVER DAN ABSTRAK)
Cover Skripsi-dikonversi.pdf - Published Version

Download (180kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
bab 1-dikonversi.pdf - Published Version

Download (404kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 4)
BAB IV-dikonversi.pdf - Published Version

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA-dikonversi.pdf - Published Version

Download (152kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
yulia_skripsi fix-dikonversi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Böwö dikenal dengan sebutan mahar atau mas kawin bagi etnis Nias. Böwö tidak hanya dipraktikan pada adat Nias asli namun böwö juga dipraktikan pada etnis Nias perantauan khusunya di Kota Padang. Keberadaan etnis Nias di Kota Padang memunculkan budaya baru yang mereka sebut dengan sebutan hada nono niha wada (adat Nias Padang) yang dibuat untuk menyesuaikan diri dengan etnis lain yang berdampingan dengan etnis Nias. budaya atau adat baru tersebut memunculkan perubahan-perubahan pada tradisi yang dilakukan oleh etnis Nias di Kota Padang. Berkaitan hal itu untuk menjelaskan praktik böwö di perantauan dan penyebab terjadinya perubahan praktik böwö tersebut teori strukturasi Anthony Giddens digunakan untuk menjelaskan fenomena yang menekankan dualitas antara struktur dan agen. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik böwö pada etnis Nias perantauan di Kota Padang, struktur enabling (memberdayakan) dan constraining (mengekang) terhadap praktik böwö pada etnis Nias di perantauan di Kota Padang serta mengidentifikasi aspek agen dalam struktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Untuk mendapatakan informasi dan data sesuai dengan tujuan penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan. Penelitian ini telah mempelajari 5 kasus keluarga yang mempraktikan böwö di daerah perantauan. Kasus-kasus yang dipelajari terdiri dari 5 pelaku pasangan etnis Nias di perantauan yang mempraktikan böwö pada pernikahannya dan 3 informan pengamat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa praktik böwö pada etnis Nias asli masih eksis di perantauan dan berbagai variasi dalam pelaksanaannya. Praktik böwö di daerah perantauan diantaranya juru bicara tidak lagi terlibat dalam penentuan böwö. Mahar/böwö yang digunakan etnis Nias perantauan terdiri dari uang, cicin dan minuman alkohol (bir bintang). Waktu penyerahan böwö dilakukan satu bulan sebelum acara pernikahan dilangsungkan. Böwö pada saat acara adat berupa simbolis dan cara penetapan böwö dapat dilakukan dengan melakukan negosiasi. Meskipun böwö di daerah perantauan memiliki struktur yang mengekang (constraining) seperti struktur keanggotaan etnis Nias di perantauan berpeluang merintangi di praktikannya böwö. jumlah tokoh adat yang terlibat dalam struktur adat di perantauansangat terbatas. Namun struktur memberdayakan (enabling) lebih mendominasi seperti böwö sebagai tradisi pernikahan etnis Nias perantauan. Aturan böwö di perantauan lebih mudah. Aturan böwö perantauan lebih fleksibel. Etnis Nias di perantauan tidak hidup dalam keluaga luas dan struktur kepemimpinan etnis Nias tidak memungkinkan praktik böwö secara ideal. Di samping itu, agen yang terus mempraktikan böwö memaknai bahwa bahwa böwö sebagai identitas cultural Nias di perantauan dan kesepakatan sangat bergantung pada hubungan antara keduanya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: s1 sosiologi sosiologi
Date Deposited: 18 May 2021 04:14
Last Modified: 18 May 2021 04:14
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/75115

Actions (login required)

View Item View Item