Isolasi dan Uji Toksisitas Senyawa Metabolit Sekunder Dengan Metode BSLT dari Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Calophyllum soulattri Burm.F

Holy, Amalia Ningtyas (2020) Isolasi dan Uji Toksisitas Senyawa Metabolit Sekunder Dengan Metode BSLT dari Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Calophyllum soulattri Burm.F. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Cover+Abstrak.pdf - Published Version

Download (541kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I (Pendahuluan))
Bab I (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (573kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab V (Kesimpulan))
Bab V (Kesimpulan).pdf - Published Version

Download (683kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (697kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya pada jenis tumbuhan obat. C. soulattri termasuk salah satu contoh spesies tumbuhan genus Calophyllum yang tumbuh di Indonesia. Tumbuhan ini sering digunakan sebagai tumbuhan obat dan dilaporkan mengandung banyak senyawa dengan aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etil asetat kulit batang C. soulattri Burm. F serta uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Senyawa murni diperoleh dengan metode meserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol secara berturut-turut dan pemisahan dengan metode kromatografi. Hasil penelitian didapatkan dua senyawa murni yaitu senyawa H1 berbentuk padatan amorf warna putih sebanyak 20,51 mg dan senyawa H2 berbentuk kristal jarum warna putih sebanyak 17,32 mg. Senyawa hasil isolasi diidentifikasi dengan spektrofotometer UV-Vis, spektroskopi IR, dan pengujian fitokimia menggunakan reagen Lieberman-burchard untuk mengetahui golongan senyawa. Dari hasil analisa tersebut diketahui bahwa kedua isolat murni merupakan senyawa golongan terpenoid dengan panjang gelombang maksimum (λmaks) masing-masing yaitu 207 nm untuk senyawa H1 dan 205 nm untuk senyawa H2. Dari spektrum IR diketahui bahwa pada senyawa H1 dan H2 sama-sama memiliki jenis ikatan C=O, C-O dan C-H alifatik. Berdasarkan hasil pengujian toksisitas menggunakan metode BSLT pada kedua senyawa, hanya satu diantaranya yang dapat diartikan memiliki aktivitas sitotoksik (yang memberikan efek toksik kepada larva udang dengan nilai LC50 < 200 µg/ml) yaitu senyawa H2 dengan nilai LC50 124,5 µg/ml dan senyawa H1 tidak mempunyai aktivitas sitotoksik karena mempunyai LC50 941 µg/ml.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi
Depositing User: s1 Fakultas Farmasi
Date Deposited: 09 Mar 2021 06:49
Last Modified: 03 Jan 2023 04:44
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/73296

Actions (login required)

View Item View Item