ANALISIS SWOT KEMENANGAN PASANGAN NASRUL ABIT-EDITYAWARMAN PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH 2010 DI KABUPATEN PESISIR SELATAN

HADRAN, MUBARAK (2012) ANALISIS SWOT KEMENANGAN PASANGAN NASRUL ABIT-EDITYAWARMAN PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH 2010 DI KABUPATEN PESISIR SELATAN. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Skripsi Fulltext)
2215.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Hadran Mubarak, BP 06993022, Analisis SWOT Kemenangan Pasangan Nasrul Abit – Edityawarman Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2010 Di Kabupaten Pesisir Selatan. Dibimbing oleh Pembimbing I Thamrin Kiram, M.Si dan Pembimbing II Indah Adi Putri, S.IP, M.IP, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas Padang, 2011, skripsi ini terdiri 125 halaman, 23 buku, 2 skripsi, 1 jurnal, 4 undang-undang, dan data penunjang lainnya. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan Analisis SWOT (Kekuatan (S), Kelemahan (W), Peluang (O), Ancaman (T)) pasangan Nasrul Abit – Edityawarman (NA-DI) pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2010 DI Kabupaten Pesisir Selatan. Pemilukada 2010 di Kabupaten Pesisir Selatan merupakan ulangan Pilkada 2005. Kandidat yang mencalonkan diri pada Pemilukada 2010 adalah orang-orang yang sama yakni Nasrul Abit, Syafrizal Ucok, Bakri Bakar dan Saidal Masfiyuddin. Tipe penelitian ini adalah analisis deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu hal seperti apa adanya, untuk memperoleh data, penulis melakukan wawancara, catatan lapangan, foto, dan dokumen-dokumen resmi lainnya. Wawancara dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yakni peneliti yang menentukan kriteria informannya. Uji keabsahan data melalui Triangulasi sumber-sumber data dengan menggunakan interprestasi etik dan emik. Dari penelitian yang dilakukan, dengan formulasi strategi dengan empat faktor dalam SWOT yaitu strategi Strategi (SO) Kekuatan (S) berupa tim sukses dan partai koalisi membagi pemetaan terhadap Kecamatan. Peluang (O) yang diperoleh dengan memanfaatkan wilayah-wilayah basis partai koalisi. Dari faktor internal kandidat incumben dan prestasi mempunyai nilai jual yang besar. Strategi (WO) Kelemahan (W) berupa isu-isu blackcampaign diubah menjadi Peluang (O) oleh tim sukses pasangan NA-DI. Langkah yang mereka lakukan adalah dengan tidak merespon isu tersebut. Sehingga berbalik menjadi Peluang (O) pasangan NA-DI. Strategi (ST) Kekuatan (S) berupa tim sukses dan partai koalisi mencoba meminimalisir Ancaman (T) dari dua kandidat terkuat. Ancaman berupa penyebaran isu, serta Ancaman (T) diwilayah basis lawan diminamilisir oleh partai koalisi yang memiliki pengaruh kuat didaerah tersebut. Strategi (WT) Kelemahan (W) berupa keterlambatan menunjuk orang di daerah basis lawan menjadi Kelemahan (W) yang tidak bisa diubah lagi sehingga hal itu menjadi Ancaman (T) bagi pasangan NA-DI. Kata Kunci : Analisis SWOT, Pasangan calon, Pemilukada

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: mrs Rahmadeli rahmadeli
Date Deposited: 02 May 2016 07:53
Last Modified: 02 May 2016 07:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/6166

Actions (login required)

View Item View Item