PEMBENTUKAN NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN EKSTRAK AIR DAUN SURIAN (Toona sinensis) DAN UJI EFEKTIVITASNYA SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT PUTIH JANTAN

Dini, Hanifa (2020) PEMBENTUKAN NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN EKSTRAK AIR DAUN SURIAN (Toona sinensis) DAN UJI EFEKTIVITASNYA SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT PUTIH JANTAN. Masters thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
1. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (910kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
2. BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (526kB)
[img] Text (BAB V Penutup)
3. BAB V Penutup.pdf - Published Version

Download (526kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
4. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (625kB)
[img] Text (Tesis Full Text)
5. Tesis Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (526kB)

Abstract

Green synthesis merupakan metode sintesis nanopartikel perak yang banyak dikembangkan karena menggunakan pereduksi bahan alam yang lebih aman dan ramah lingkungan. Pembentukan nanopartikel perak dengan pendekatan green synthesis menggunakan ekstrak daun surian (Toona sinensis (Juss.) M.Roem) sebagai bioreduktor telah dilakukan. Ekstrak daun surian dibuat dengan mencampurkan 10 g serbuk daun surian dengan 100 ml air suling kemudian diaduk selama 15 menit menggunakan magnetic stirrer pada suhu 90oC. Ekstrak air kemudian dikeringkan dengan freeze dryer. Untuk mengamati pengaruh waktu pengadukan terhadap pembentukan nanopartikel perak, sebanyak 0,5 ml AgNO3 0,1 M dicampur dengan 0,2 ml ekstrak air daun surian 10% dan dicukupkan volumenya sampai 50 ml. Campuran diaduk dengan waktu pengadukan, 15 menit; 30 menit; 1; 2; 3; 4; 5; 6 jam kemudian diukur spektrum serapannya menggunakan spektrofotometri UV-Vis setiap selesai pengadukan pada waktu-waktu tersebut. Untuk mengamati pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap pembentukan nanopartikel perak, sebanyak 0,5 ml AgNO3 0,1 M dicampurkan dengan 0,05; 0,1; 0,15; 0,2; 0,25; 0,3; 0,35 ml ekstrak daun surian 10% dan dicukupkan volumenya sampai 50 ml. Campuran diaduk selama 4 jam dan spektrum serapannya diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada waktu reaksi 4 jam; 1; 2; 7; 14; dan 28 hari. Spektrum serapan sampel diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 300-800 nm. Nanopartikel perak yang terbentuk dikarakterisasi morfologi, ukuran, kristalinitas, dan gugus fungsinya menggunakan TEM, PSA, XRD, dan FTIR. Kemudian ditentukan pengaruh konsentrasi dan lama pemberian nanopartikel perak terhadap persentase penyembuhan luka yang diinduksi HCl 20% pada mencit. Pembentukan koloid nanopartikel perak secara visual ditunjukkan oleh perubahan warna larutan dari tidak berwarna menjadi kuning hingga coklat. Puncak serapan pada analisis spektrofotometri UV-Vis menunjukkan pita Surface Plasmon Resonance (SPR) nanopartikel perak berkisar pada 400-440 nm. Waktu pengadukan sampai 4 jam dan konsentrasi ekstrak daun surian 0,05% dapat memberikan kecepatan pembentukan nanopartikel perak yang optimal. Nanopartikel yang terbentuk berbentuk bulat dengan ukuran rata-rata 39 nm, dan bersifat kristal dengan struktur face centered cubic. Nanopartikel perak ini dapat mempercepat penyembuhan luka pada mencit dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif, kelompok yang diberi silver sulfadiazine, AgNO3, dan ekstrak daun surian saja (p<0,05).

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Akmal Djamaan, M.S, Apt
Uncontrolled Keywords: Bioreduksi, daun surian, nanopartikel perak, karakterisasi, penyembuhan luka
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: s2 farmasi farmasi
Date Deposited: 10 Sep 2020 07:04
Last Modified: 10 Sep 2020 07:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/61380

Actions (login required)

View Item View Item