Agung, Ramdhan (2020) PEMETAAN BAHAN ORGANIK TANAH DAN PREDIKSI EMISI CO2 AKIBAT PENGGUNAAN UREA PADA LAHAN PLASMA PERKEBUNAN SAWIT (Elaeis guinensis Jacq) DI NAGARI KOTO BARU KABUPATEN PASAMAN BARAT. Diploma thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (64kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (188kB) | Preview |
|
|
Text (BAB V PENUTUP)
BAB V PENUTUP.pdf - Published Version Download (53kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (139kB) | Preview |
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Nagari Koto Baru terletak di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memiliki luas 7.499 ha yang didominasi perkebunan sawit seluas 3.139,02 ha berbentuk Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dibawah naungan PTPN VI. Kandungan bahan organik tanah di nagari ini berkisar pada kriteria rendah hingga tinggi, namun informasi keadaan bahan organik tanah dalam bentuk peta dan prediksi emisi CO2 dari Urea belum ada. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan C-organik, N total, dan bahan organik tanah, biomassa C mikroorganisme, dan respirasi mikroorganisme. memetakan kandungan C-organik, N total, dan bahan organik tanah di lahan perkebunan kelapa sawit plasma Nagari Koto Baru, Kabupaten Pasaman Barat, serta memprediksi emisi CO2 dari penggunaan pupuk Urea di lahan perkebunan kelapa sawit plasma Nagari Koto Baru, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survei, serta model analisis data spasial. Pengambilan sampel tanah berdasarkan satuan lahan untuk C-Organik dan umur tanaman untuk emisi CO2 dilakukan secara purposive sampling. Sementara untuk prediksi emisi CO2 dilakukan dengan metode IPCC 2006 Tier 1. Hasil penelitian menunjukkan nilai bahan organik tanah pada lahan plasma berkisar dari 6,87 % - 10,69 % pada kedalaman 0-30 cm dan 3,06 % - 6,50 % di kedalaman 30-60 cm. Prediksi emisi CO2 tertinggi ketika umur sawit 1 hingga 2 tahun yaitu mencapai 0,021 ton CO2/tahun per hektar di Plasma 4 dan 5, dan terendah mencapai 0,0083 ton CO2/tahun per hektar di Plasma 1 dan 2. Sementara prediksi emisi tertinggi ketika umur sawit 3 - 6 tahun yang tertinggi mencapai 0,0710 ton CO2/tahun per hektar di Plasma 1, 2, dan 3.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Primary Supervisor: | Dr. Juniarti, SP. MP |
Uncontrolled Keywords: | Bahan organik tanah, Prediksi emisi CO2, IPCC 2006 tier 1 |
Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi |
Depositing User: | S1 Agroteknologi Agroteknologi |
Date Deposited: | 26 Aug 2020 07:02 |
Last Modified: | 26 Aug 2020 07:02 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/60516 |
Actions (login required)
View Item |