Juadah Dalam Sistem Perkawinan Di Padang Pariaman (Studi Kasus: Nagari Toboh Gadang Kecamatan Sintuk Toboh Gadang Kabupaten Padang Pariaman)

Fegie, Intan Oratiwi (2020) Juadah Dalam Sistem Perkawinan Di Padang Pariaman (Studi Kasus: Nagari Toboh Gadang Kecamatan Sintuk Toboh Gadang Kabupaten Padang Pariaman). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 5 Penutup)
BAB 5 Penutup.pdf - Published Version

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (143kB) | Preview
[img] Text
Skripsi Fulltext..pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tradisi merupakan suatu hal yang sangat melekat dengan kehidupan masyarakat sosial. Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga sekarang adalah tradisi juadah dalam sistem perkawinan di Nagari Toboh Gadang. Pada Nagari Toboh Gadang juadah dibuat bersama-sama oleh keluarga luas dan tetangga yang disebut dengan maharu. Proses maharu dilakukan seminggu sebelum pernikahan. Di Nagari Toboh Gadang juadah di hantar sebanyak dua kali. Hantaran pertama dilakukan saat acara perkawinan berlangsung sebagai syarat untuk manjapuik marapulai dan sebagai tando baralek (tanda pesta) karena pestanya orang Pariaman harus ada juadah. Juadah yang dibawa saat hantaran pertama adalah juadah gadang (besar) serta kampia siriah salangkoknyo. Hantaran kedua dilakukan seminggu setelah pesta yang disebut dengan manjalang duo. Juadah yang dibawa adalah juadah ketek (kecil). Saat manjalang duo ini bertujuan untuk memperkenalkan anak daro kepada seluruh sanak saudara keluarga suaminya baik dari keluarga ibunya ataupun keluarga bakonya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dari anggota keluarga luas dalam pembuatan juadah serta mendeskripsikan makna dari masing-masing juadah dalam sistem perkawinan di Nagari Toboh Gadang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Pemilihan informan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu informan kunci dan informan biasa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme yang dikemukakan oleh Malinowski. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa bagi masyarakat juadah adalah kumpulan dari enam jenis makanan adat yang telah di susun rapi di atas dulang. Enam jenis makanan adat itu ada kanji, wajik, aluo, jalabio, kipang, dan rambuik-rambuik. Juadah ini dibuat oleh keluarga luas pihak perempuan secara bersama-sama yang disebut dengan maharu. Makna dari juadah ini bagi keluarga perempuan adalah sebagai ikatan silahturahmi antara dua keluarga baru. Makna juadah bagi keluarga laki-laki adalah suatu kebanggaan karena dihargai oleh pihak perempuan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Erwin M.si
Uncontrolled Keywords: Juadah, peran, makna
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Depositing User: s1 antropologi sosial
Date Deposited: 14 Aug 2020 04:15
Last Modified: 14 Aug 2020 04:15
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/60160

Actions (login required)

View Item View Item