TRADISI PUNJUNGAN PADA PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA TRANSMIGRAN (Studi Kasus: Masyarakat Jawa di Jorong Sungai Tenang, Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung)

Diana, Rosalia (2020) TRADISI PUNJUNGAN PADA PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA TRANSMIGRAN (Studi Kasus: Masyarakat Jawa di Jorong Sungai Tenang, Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (163kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (232kB)
[img] Text (BAB V Kesimpulan)
BAB V Kesimpulan.pdf - Published Version

Download (108kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (131kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Masyarakat Jawa transmigran di Sungai Tenang merupakan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi tradisi yang mereka miliki. Menjadi warga transmigran tidak membuat mereka meninggalkan tradisinya. Salah satu tradisi yang masih mereka lakukan adalah tradisi punjungan dalam perkawinan. Tradisi punjungan yang dilakukan oleh masyarakat transmigran di Sungai Tenang merupakan suatu bentuk pemberian. Dimana pemberian ini nantinya memiliki konsekuensi yaitu berupa balasan dari orang yang menerimanya. Pemberian atas punjungan tidak hanya diterima oleh masyarakat dari suku bangsa Jawa, tetapi masyarakat bersuku bangsa Minang, Batak, dan Sunda turut menerima punjungan. Hal tersebut membuktikan bahwa adanya interaksi diantara mereka sehingga akan terjalin hubungan antar suku bangsa pada masyarakat di Sungai Tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik tradisi punjungan pada masyarakat Jawa transmigran dan mendeskripsikan persepsi dari masyarakat Sungai Tenang terhadap praktik tradisi punjungan yang mereka lakukan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori pemberian (the gift) yang dikemukakan oleh Marcel Mauss serta konsep persepsi dan konsep hubungan antar suku bangsa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi punjungan terdapat sebuah bentuk pemberian yang tidak cuma-cuma karena setiap punjungan yang diterima harus di balas sesuai dengan kebiasaan yang berlaku pada masyarakat. Keharusan membalas punjungan oleh beberapa orang menjadi beban karena tidak semua masyarakat berada pada tingkatan perekonomian menengah keatas. Pemberian dalam tradisi punjungan mengandung sebuah rasa penghormatan yang di peruntukkan bagi si penerimanya. Hal inilah yang membuat interaksi antar warga masyarakat berlangsung hangat dan dekat satu sama lainnya. Disamping itu terlihat adanya hubungan antar suku bangsa yang terjadi dalam tradisi punjungan. Hal ini lah yang membuat tradisi punjungan tidak hanya diterima dan dilakukan oleh masyarakat Jawa saja tetapi masyarakat dari suku bangsa lain yang tinggal di Sungai Tenang juga menerima punjungan bahkan ada yang memberlakukan tradisi punjungan ketika melakukan pesta perkawinan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Fajri Rahman, S.Sos, MA
Uncontrolled Keywords: Sungai Tenang, Jawa Transmigran, Tradisi, Punjungan.
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Depositing User: s1 antropologi sosial
Date Deposited: 13 Aug 2020 07:10
Last Modified: 13 Aug 2020 07:10
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/60129

Actions (login required)

View Item View Item