Pengaruh Aplikasi Rhizobakteri dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.)

Weni, Veriani (2019) Pengaruh Aplikasi Rhizobakteri dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.). Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
1. Cover dan Abstrak weni veriani.pdf - Published Version

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1. Pendahuluan)
2. BAB 1. PENDAHULUAN Weni Veriani.pdf - Published Version

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 5. Kesimpulan)
3. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Weni Veriani.pdf - Published Version

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
4. DAFTAR PUSTAKA Weni Veriani.pdf - Published Version

Download (151kB) | Preview
[img] Text (Thesis Full Text)
Tesis lengkap weni veriani.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kentang merupakan salah satu tanaman pokok bagi sebagian masyarakat di belahan bumi. Selain makanan pokok, kentang juga merupakan salah satu bahan untuk banyak produk olahan yang dikonsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara aplikasi rhizobakteri dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat di Sukarami dari bulan Oktober 2017 - Maret 2018. Rancangan Faktorial dengan dua faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah jenis rhizobakteri yang terdiri dari tanpa rhizobakteri, rhizobakteri RZ1.L2.4, rhizobakteri RZ1.L2.1, dan rhizobakteri RZ2.L2.1. Faktor kedua adalah dosis FMA terdiri dari 5 g per tanaman, 10 g per tanaman dan 15 g pertanaman. Data diuji F pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi terbaik diperoleh pada aplikasi rhizobakteri RZ2.L2.1 dengan FMA dosis 5 g per tanaman yang dapat dilihat pada panjang akar, bobot akar, indeks luas daun rata-rata, laju asimilasi rata-rata, laju tumbuh tanaman rata-rata dan laju tumbuh umbi rata-rata. Jenis rhizobakteri paling baik adalah RZ2.L2.1 dan dosis FMA yang paling baik adalah 15 g per tanaman yang dapat dilihat pada bobot segar umbi per tanaman, per petak dan per hektar. Kata Kunci : Aplikasi ,Fungi ,FMA, Kentang, Rhizobakteri

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Ir. Warnita, MP
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: S1 Agroteknologi Agroteknologi
Date Deposited: 27 Jan 2020 10:56
Last Modified: 27 Jan 2020 10:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/56467

Actions (login required)

View Item View Item