VARIASI FREKUENSI FENOTIP GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DAN RHESUS PADA BEBERAPA ETNIS YANG BERDOMISILI DI SUMATERA BARAT

SYUKRI, YENTI (2008) VARIASI FREKUENSI FENOTIP GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DAN RHESUS PADA BEBERAPA ETNIS YANG BERDOMISILI DI SUMATERA BARAT. Masters thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.

[img]
Preview
Text (TESIS)
2008_06208052_S2SKRIP0657.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview

Abstract

Indonesia merupakan tempat para peneliti dunia dapat melakukan berbagai penelitian. Penelitian tersebut dapat dilakukan mulai dari mikroba, flora, fauna sampai ke etnis manusia yang menunjukkan keanekaragaman genetik yang berlimpah. Sedikitnya ada 300 group etnis yang dapat dijadikan objek penelitian genom manusia. Beberapa di antara etnis atau suku tersebut berdomisili di Sumatera Barat seperti suku Batak, suku Cina, suku Jawa, suku Mentawai, suku Minang dan suku Nias. Ditinjau dari sejarah asal-usulnya, keenam suku tersebut memiliki asal-usul yang berbeda, terbagi atas dua kelompok yaitu berasal dari masyarakat proto Melayu atau Melayu tua (suku Batak, suku Nias dan suku Mentawai), dan berasal dari masyarakat deutero Melayu atau Melayu muda (suku Minang dan suku Jawa). Sistem penggolongan darah ABO dan rhesus merupakan dua sistem penggolongan darah yang penting dalam hal tranfusi darah dan perkawinan inkompatibel, dalam hal tranfusi darah terjadi masalah sulitnya mendapatkan golongan darah AB. Dalam hal perkawinan inkompatibel dapat mengakibatkan anemia hemolisis, gagal ginjal, shock, keguguran, eritroblastosis fetalis dan kcmatian. Berdasarkan penelitian sebelumnya, frekuensi kedua sistem golongan darah ini berbeda berdasarkan suku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi frekuensi fenotip golongan darah sistem ABO dan rhesus pada suku Batak, suku Cina, suku Jawa, suku Mentawai, suku Minang dan suku Nias yang berdomisili di Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada beberapa daerah di Sumatera Barat (Bukittinggi, Padang, Solok, Payakumbuh dan Batusangkar) dari bulan Mei- Juni 2008. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel yang diteliti terdiri dari laki-laki dan perempuan dari masing-masing etnis atau suku. Penelitian yang dilakukan yaitu mengenai golongan darah sistem ABO yang terdiri dari golongan darah O, A, B dan AB dan golongan darah sistem rhesus yang terdiri dari rhesus positif dan rhesus negatif. Penelitian mengenai golongan darah sistem ABO dan rhesus ini menggunakan anti serum A, anti serum B dan anti serum rhesus. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi golongan darah sistem ABO bervariasi pada suku-suku yang diteliti. Golongan darah O memiliki frekuensi tertinggi sedangkan golongan darah AB memiliki frekuensi terendah. Pada suku batak golongan O (45%), A (22%), B (29%), AB (4%), Suku Cina golongan darah O (58%), A (19%), B (21%), AB (2%), pada Suku Jawa Golongan darah O (31%), A (27%), B (32%), AB (11%), pada suku Mentawai golongan darah O (47%), A (17%), B (33%), AB (3%), pada suku Minang golongan darah O (37%), A (25%), B (27%), AB (11%), pada suku Nias golongan darah O (50%, A (7%), B (42%), AB (1%). Untuk golongan darah sistem rhesus dalam penelitian ini tidak ditemukan golongan rhesus negatif.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: Vebi Dwi Putra
Date Deposited: 30 Dec 2019 09:18
Last Modified: 30 Dec 2019 09:18
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/54083

Actions (login required)

View Item View Item