Zahra, Rihadatul Aisya (2026) EKSPLORASI POTENSI KHAMIR ASAL USUS LEBAH MADU PULAU MUNA SEBAGAI ANTIOKSIDAN, ANTIINFLAMASI, DAN ANTIDIABETIK. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Skripsi Ful teks)
28. 2210343008_Rihadatul Aisya Zahra_Sarjana_Fakultas Kedokteran_Ilmu Biomedis (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (14MB) |
Abstract
Pendahuluan: Paparan radikal bebas yang berlebihan, inflamasi kronis, dan diabetes melitus diperparah oleh penggunaan obat sintetis jangka panjang yang secara signifikan meningkatkan risiko kanker, gagal jantung, penyakit Parkinson, stroke, dan neuropati. Khamir, yang telah berevolusi bersama peradaban manusia selama ribuan tahun, menawarkan sumber senyawa antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetik yang menjanjikan. Linearitas fungsional antara khamir di usus lebah madu dan usus manusia menunjukkan bahwa khamir usus lebah madu memiliki potensi keunggulan dibandingkan sumber lainnya.Metode: Penelitian ini diawali dengan identifikasi morfologi dan molekuler isolat YLB-5 yang diisolasi dari usus Apis dorsata binghami Pulau Muna. Pertumbuhan khamir YLB-5 dioptimasi pada dua kondisi berbeda, yaitu pH media dan suhu inkubasi, diikuti dengan proses fermentasi. Metabolit sekunder diekstraksi secara cair-cair menggunakan etil asetat, dipekatkan menggunakan rotary evaporator, lalu dikeringkan dengan metode freeze dry. Konsentrasi ekstrak (2000, 1600, 1200, 800, dan 400 ppm) digunakan untuk uji enzimatik aktivitas DPPH, BSA, dan PNPG. Studi in-silico berupa molecular docking dilakukan menggunakan perangkat lunak PyRx, serta profil metabolit dianalisis menggunakan GC-MS.Hasil: Identifikasi morfologi via SEM dan molekuler gen 18S rRNA secara konsisten mengonfirmasi bahwa YLB-5 adalah spesies khamir. Pertumbuhan optimal tercapai pada pH 6,7 dan suhu $37^\circ\text{C}$. Pada konsentrasi 2000 ppm, ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan (inhibisi DPPH 72,4%), antiinflamasi (proteksi BSA 7,1%), dan antidiabetik (inhibisi $\alpha$-glukosidase 76,5%). Analisis GC-MS berhasil mengidentifikasi 50 senyawa metabolit. Hasil molecular docking menunjukkan afinitas pengikatan antioksidan tertinggi sebesar $-9{,}1\text{ kcal/mol}$ oleh senyawa [1-(4-Amino-furazan-3-yl)-5-methyl-1H-triazol-4-yl]-piperidin-1-yl-methanone terhadap protein KEAP1; afinitas antiinflamasi tertinggi sebesar $-8{,}6\text{ kcal/mol}$ oleh senyawa 1,32,4-Dimethylene-d-epirhamnitol, dengan pose yang lebih stabil pada senyawa 1-Methyl-piperidin-4-yl-phenethyl-amine (afinitas $-8{,}2\text{ kcal/mol}$) terhadap COX-2; serta afinitas antidiabetik tertinggi sebesar $-7{,}8\text{ kcal/mol}$ oleh senyawa 5H-Pyrido[4,3-b]indole terhadap protein Chaetomium $\alpha$-glukosidase.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Nuzulia Irawati, MS, Ai Hertati, M.Si., Apt., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Khamir, Lebah madu, Apis dorsata binghami, Mikroba usus, Antioksidan, Antiinflamasi, dan Antidiabetik. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Ilmu Biomedis |
| Depositing User: | Mrs Vivi Irawati |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 07:41 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 07:41 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/536123 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]