KORELASI ANTARA KADAR KORTISOL SERUM DAN NILAI HEART RATE VARIABILITY DENGAN SKOR BECK DEPRESSION INVENTORY-II PADA PASIEN DEPRESI

Permata, Putri Indah (2026) KORELASI ANTARA KADAR KORTISOL SERUM DAN NILAI HEART RATE VARIABILITY DENGAN SKOR BECK DEPRESSION INVENTORY-II PADA PASIEN DEPRESI. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Tesis Ful Teks)
25. 2150302229_Putri Indah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (17MB)
[img] Text (BAB VII Penutup)
BAB PENUTUP.pdf - Published Version

Download (490kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (732kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan psikologis yang umum dan serius di Indonesia dengan prevalensi mencapai 6,1%. Patofisiologinya melibatkan disfungsi sistem neuroendokrin melalui sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) yang ditandai dengan peningkatan kadar kortisol serum, serta disfungsi sistem saraf otonom yang diukur melalui Heart Rate Variability (HRV). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar kortisol serum dan nilai HRV dengan tingkat keparahan depresi.Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 29 pasien depresi yang memenuhi kriteria inklusi di Poliklinik Psikosomatis RSUP Dr. M. Djamil Padang. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria DSM-5. Kadar kortisol serum diukur menggunakan metode ELISA, nilai HRV (parameter SDNN) diukur dengan alat SA-3000P, dan tingkat keparahan depresi dinilai menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Analisis korelasi dilakukan menggunakan uji Spearman.Hasil: Mayoritas subjek berjenis kelamin perempuan (65,5%) dan berada pada kelompok usia dewasa 18–44 tahun (75,9%), dengan rerata usia 33,93 (SB 11,47) tahun. Nilai median kadar kortisol serum sebesar 25,3 mcg/dL, median HRV SDNN sebesar 49,1 ms, dan median skor BDI-II sebesar 22. Uji Spearman menunjukkan korelasi positif yang kuat dan signifikan secara statistik antara kadar kortisol serum dengan skor BDI-II ($r = 0,656$; $p < 0,001$; $r^2 = 0,455$). Selain itu, ditemukan korelasi negatif sedang yang signifikan antara nilai HRV SDNN dengan skor BDI-II ($r = -0,467$; $p = 0,011$).Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang kuat antara kadar kortisol serum dengan tingkat keparahan depresi, serta hubungan negatif yang sedang antara nilai HRV SDNN dengan tingkat keparahan depresi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kadar kortisol serum dan nilai HRV berpotensi digunakan sebagai biomarker objektif dalam menilai keparahan depresi pada praktik klinis.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-KPPM, M.Kes, FINASIM, dr. Wahyudi , Sp.PD - KKV
Uncontrolled Keywords: depresi, kortisol serum, heart rate variability, HRV SDNN, Beck Depression Inventory-II, biomarker
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Penyakit Dalam
Depositing User: Mrs Vivi Irawati
Date Deposited: 16 Sep 2026 03:23
Last Modified: 16 Sep 2026 03:23
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/536113

Actions (login required)

View Item View Item